Pria di Bawah Jembatan Tunggulmas Diduga Tewas Bunuh Diri, Ini Penjelasan Polisi

Evakuasi jenazah pemuda yang ditemukan di bawah Jemabatan Tunggulmas, Kota Malang, Kamis (10/3/2025) (istimewa)
Evakuasi jenazah pemuda yang ditemukan di bawah Jemabatan Tunggulmas, Kota Malang, Kamis (10/3/2025) (istimewa)

Kota Malang, blok-a com – Penyebab kematian seorang pria yang ditemukan di bawah Jembatan Tunggulwulung-Tlogomas (Tunggulmas), Kota Malang, Kamis (10/4/2025) masih misterius. Namun, diduga kuat penyebabnya karena bunuh diri.

Sekadar diketahui, pria bernama Bintang Galuh Soburany (20) ditemukan meninggal dunia sekitar pukul 05.30 WIB pagi tadi.

Bintang yang merupakan mahasiswa perantauan asal Jakarta Timur diduga mengakhiri hidupnya dengan melompat dari atas jembatan tersebut.

Kapolsek Lowokwaru, Kompol Anang Tri Hananta, menyampaikan, dugaan bunuh diri muncul karena kedua kaki pria itu patah saat dilakukan pemeriksaan. Patahnya kedua kaki ini diduga karena melompat dari atas jembatan.

Tak hanya itu, luka di pelipis korban juga mengindikasikan korban memang melompat dari atas jembatan.

“Dugaannya bunuh diri. Diperkirakan melompat. Kalau kita lihat dari luka korban, yaitu di pelipisnya itu terbentur, kemudian kakinya patah dan badannya lecet,” jelasnya.

Sementara itu jenazah korban pertama kali ditemukan oleh seorang warga bernama Ahmad Yusuf saat sedang mencari ikan di sungai sekitar lokasi kejadian.

“Sekitar jam 5 tadi ada seorang bernama Ahmad Yusuf mencari ikan di sungai. Saat mencari ikan, dia menemukan seorang tergeletak di bawah jembatan dan melapor ke kami,” ujar Anang, Kamis (10/4/2025).

Setelah menerima laporan, polisi segera menuju lokasi dan melakukan penyelidikan awal. Tim inafis yang melakukan pemeriksaan menduga korban sudah berada di lokasi selama sekitar lima jam.

“Kondisi sudah meninggal, mayatnya kaku. Diperkirakan antara jam 10 sampai dengan jam 12 malam, kira-kira kejadian 5 jam,” ungkapnya.

Polisi juga tidak menemukan kendaraan di sekitar lokasi, yang mengindikasikan korban datang ke tempat kejadian dengan berjalan kaki.

“Jalan kaki sepertinya, tidak ada sepeda,” imbuhnya.

Motif dari dugaan bunuh diri ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut. Polisi mengindikasikan ada tiga faktor umum yang biasanya menjadi penyebab tindakan tersebut, yakni putus cinta, terlilit hutang, atau pinjaman online.

Dari olah TKP, polisi menemukan SIM dan handphone korban. Identitas korban pun berhasil diketahui sebagai mahasiswa berusia 20 tahun yang tengah menempuh pendidikan di salah satu perguruan tinggi di Kota Malang.

“Handphone belum kami periksa. Keluarga di Jakarta sudah kami hubungi dan akan datang ke Kota Malang,” ucapnya. (yog/bob)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com