Pencarian Bocah Hanyut di Sungai Kalibaru Terkendala Medan Curam & Arus Deras

Tim gabungan dari anggota Polsek dan Koramil Glenmore, staff Kecamatan Glenmore, serta dibantu warga melakukan pencarian bocah hanyut terbawa arus sungai Kalibaru, Desa Karangharjo, Jumat (6/3/2026)(foto: Blok-a.com/Kuryanto).
Tim gabungan dari anggota Polsek dan Koramil Glenmore, staff Kecamatan Glenmore, serta dibantu warga melakukan pencarian bocah hanyut terbawa arus sungai Kalibaru, Desa Karangharjo, Jumat (6/3/2026)(foto: Blok-a.com/Kuryanto).

BanyuwangiBlok-a.com – Upaya pencarian bocah berusia 8 tahun yang hanyut di Sungai Kalibaru, Dusun Pengundangan, Desa Karangharjo, Kecamatan Glenmore, Banyuwangi, belum membuahkan hasil Jumat (6/3/2026) siang.

Tim gabungan menghadapi kendala medan yang curam dan arus sungai yang deras. Tim gabungan terdiri dari anggota Kepolisian Sektor (Polsek) Glenmore dan Komando Rayon Militer (Koramil) Glenmore. Juga staf Kecamatan Glenmore, serta dibantu oleh sejumlah warga setempat

Korban yang berinisial AAA (8), dilaporkan hanyut terseret arus sungai sejak pukul 07.30 WIB saat mandi bersama saudaranya.

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Glenmore, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Budi Hermawan, menjelaskan bahwa operasi pencarian telah dimulai sejak pukul 10.45 WIB dengan menggunakan perahu karet.

“Dengan menggunakan perahu karet, tim gabungan yang terdiri dari anggota Polsek dan Koramil Glenmore, staf kecamatan Glenmore, dan dibantu warga setempat menelusuri hilir sungai untuk melakukan pencarian,” ujar AKP Budi Hermawan kepada Blok-a.com.

Berita sebelumnya:

Bocah 8 Tahun Hanyut Terseret Arus Sungai Kalibaru Glenmore

Tim melakukan penyisiran menyusuri aliran Sungai Kalibaru ke arah hilir. Harapannya, dapat menemukan korban yang diduga telah terbawa arus cukup jauh dari lokasi kejadian.

Proses pencarian menghadapi sejumlah kendala di lapangan yang menyulitkan tim SAR gabungan. Kondisi medan di sekitar aliran sungai yang curam membuat akses pencarian menjadi terbatas. Selain itu, arus Sungai Kalibaru yang cukup deras juga memperlambat upaya pencarian.

“Namun disebabkan oleh medan yang curam dan aliran sungai yang deras, hingga saat ini korban belum berhasil ditemukan,” tutup AKP Budi Hermawan.

Meski menghadapi berbagai kendala, proses pencarian korban terus dilakukan oleh tim gabungan. Pihak kepolisian dan tim SAR tetap optimis bahwa korban dapat segera ditemukan. Meskipun operasi pencarian memakan waktu lebih lama dari perkiraan awal. (kur/ova)

Exit mobile version