Mojokerto, Blok-a.com – Seorang pekerja asal Kabupaten Tulungagung ditemukan meninggal dunia dalam kondisi gantung diri di kamar kosnya di Desa Wonosari, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, Senin (4/5/2026) pagi.
Pria tersebut diketahui bernama Muhammad Usma Faula Rozi (24), warga Desa Gilang, Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung. Korban ditemukan sekitar pukul 06.30 WIB di dalam kamar mandi kamar kos yang selama ini ditempatinya.
Kapolsek Ngoro Kompol Heru Purwandi mengatakan, penemuan jasad korban bermula saat salah satu penghuni kos mencium bau tidak sedap yang berasal dari dalam kamar korban. Karena curiga, penghuni kos kemudian melaporkan kondisi tersebut kepada penjaga kos.
Setelah dilakukan pengecekan dan pintu kamar dibuka, korban ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia dengan posisi tergantung di pintu kamar mandi.
“Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dengan posisi gantung diri di pintu kamar mandi,” ujar Kompol Heru Purwandi.
Berdasarkan keterangan penjaga kos, korban terakhir kali terlihat pada Jumat (1/5/2026) sekitar pukul 17.00 WIB saat masuk ke kamar kos. Setelah itu, korban tidak lagi terlihat beraktivitas seperti biasanya.
“Menurut informasi dari penjaga kos, korban terakhir terlihat Jumat sore saat masuk kamar. Setelah itu tidak terlihat lagi,” kata Heru.
Korban diketahui bekerja di salah satu perusahaan yang berada di kawasan industri Ngoro.
Tidak adanya aktivitas dari korban selama beberapa hari sempat menimbulkan kecurigaan penghuni kos lainnya. Kecurigaan itu semakin kuat setelah muncul bau menyengat dari dalam kamar.
Polisi Temukan Surat Berisi Utang Rp26 Juta
Saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), petugas menemukan barang bukti berupa catatan surat yang diduga ditulis korban. Dalam surat tersebut, korban disebut memiliki tunggakan utang sebesar Rp26 juta.
Kapolsek Ngoro menyebut dugaan sementara korban nekat mengakhiri hidup akibat persoalan tersebut. Meski demikian, pihak kepolisian masih mendalami kemungkinan motif lain.
“Dari hasil olah TKP ditemukan surat yang menyatakan korban memiliki tunggakan utang Rp26 juta. Motif lain masih dalam penyelidikan dan terus kami telusuri,” terangnya.
Pihak kepolisian juga telah menghubungi keluarga korban terkait peristiwa tersebut. Setelah proses identifikasi di lokasi selesai, petugas mengevakuasi jenazah korban ke Rumah Sakit Pusat Pendidikan Brimob Ngoro untuk penanganan lebih lanjut.
Polisi memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lain pada tubuh korban. Meski demikian, pemeriksaan tetap dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kematian.
Kasus ini kini masih dalam penanganan aparat Polsek Ngoro guna melengkapi penyelidikan dan memastikan seluruh fakta di balik kematian korban.(Sya)




