Pria di Kedamean Gresik Ditemukan Tewas Tergantung di Dapur Rumah Sendiri

Petugas melakukan olah TKP penemuan seorang pria yang tewas gantung diri di dapur rumahnya di Kedamean Gresik.(Istimewa)
Petugas melakukan olah TKP penemuan seorang pria yang tewas gantung diri di dapur rumahnya di Kedamean Gresik.(Istimewa)

Gresik, Blok-a.com – Warga Dusun Belahanrejo, Desa Belahanrejo, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik, digegerkan oleh penemuan seorang pria yang tewas gantung diri di dapur rumahnya. Korban diketahui bernama Sutrisno (43), warga setempat yang sehari-harinya bekerja di sektor swasta.

Peristiwa ini pertama kali diketahui pada hari Minggu (22/6/2025) sekitar pukul 06.30 WIB. Oleh saksi mata, Nur Halimah (39), yang juga merupakan warga Dusun Belahanrejo. Saat itu, ia baru pulang ke rumah dan mendapati Sutrisno dalam kondisi tergantung dengan tali tampar di bagian belakang rumah.

Menurut Kapolsek Kedamean, Iptu Ekwan Hudin, saat kejadian saksi langsung mencoba menyelamatkan korban dengan memotong tali dan memanggil-manggil korban, namun tidak mendapat respons.

“Korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Petrokimia Gresik di Driyorejo. Sayangnya, nyawa korban tidak tertolong,” ujarnya.

Kejadian tersebut langsung dilaporkan ke Kepala Dusun Belahanrejo, Dewi Kurnia Hayati, dan diteruskan ke pihak kepolisian dari Polsek Kedamean.

Kapolsek Kedamean beserta jajaran langsung menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Sejumlah barang bukti turut diamankan, antara lain seutas tali tampar, botol teh botol sosro, kaos, sarung, celana dalam, dan sebilah pisau.

“Petugas sudah melakukan pemeriksaan di TKP, mencatat keterangan saksi, mengamankan barang bukti, dan berkoordinasi dengan tim identifikasi dari Polres Gresik,” jelasnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan lain yang mencurigakan.

Pihak keluarga korban pun menolak dilakukan visum atau autopsi, dan telah menandatangani surat pernyataan resmi yang menyatakan bahwa kematian korban merupakan musibah yang sudah mereka ikhlaskan.

“Pihak keluarga tidak menginginkan proses visum ataupun autopsi, serta menyatakan tidak akan melakukan tuntutan kepada pihak manapun. Mereka menerima bahwa kejadian ini adalah kehendak Tuhan Yang Maha Esa,” pungkasnya.

Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami krisis psikologis atau pikiran untuk bunuh diri, segera hubungi layanan bantuan profesional atau tenaga kesehatan terdekat. Anda tidak sendiri. (ivn)

Exit mobile version