Kerugian Akibat Bencana di Kabupaten Malang pada 2024 Mencapai Rp 32 Miliar

Jalan ambles di Jalan Lintas Selatan (JLS) Desa Sumberoto, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang (blok-a.com/ Putu Ayu Pratama S)
Jalan ambles di Jalan Lintas Selatan (JLS) Desa Sumberoto, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang (blok-a.com/ Putu Ayu Pratama S)

Kabupaten Malang, blok-a.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang mencatat kerugian akibat bencana sepanjang 2024 mencapai Rp 32 miliar. Jumlah tersebut termasuk pada kerusakan permukiman hingga infrastruktur.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan menerangkan, kerusakan akibat bencana terbesar terjadi pada 28 November 2024 lalu.

Banjir dan tanah longsor mendominasi penyebab kerusakan itu sendiri. Dimana, kejadian tersebut tersebar di Kecamatan Bantur, Sumbermaning Wetan, Pagak, Donomulyo, Ampelgading, Kalipare dan Kromengan.

“Kita usulkan kemarin berhasilkan penghitungan PU Bina Marga dan PU SDA kerusakan infrastruktur sebesar Rp32.150 miliar. Kerusakan infrastuktur paling tinggi di tahun 2024, itu pada 28 November,” kata Sadono kepada blok-a.com, Selasa (21/1/2025).

Dari data BPBD Kabupaten Malang, kerusakan infrastruktur diantaranya yakni mencakup kerusakan jalan, jembatan, cek dam irigasi dan tanggul sungai ambrol.

Sementara itu, kerusakan yang berdampak pada permukiman warga, BPBD mencatat kurang lebih sekitar Rp3 miliar. Jika dirinci, kerusakan ringan sebanyak 387 rumah, rusak sedang 34 rumah dan rusak berat 16 rumah.

Sadono menerangkan, kategori rusak ringan sendiri diantaranya yakni bangunan yang mengalami kerusakan pada atap yang roboh total. Kemudian, rusak sedang hampir separuh kontruksi bangunan ambruk.

Sementara itu, rusak berat meliputi rumah atau bangunan yang benar-benar ambruk atau struktur rumah gak bisa ditempati kembali.

“Jika dibandingkan dengan jumlah kerugian 2023 banyak perbedaan. Kalau 2023 kerusakan sektor permukiman kurang lebih Rp1 miliar,“ pungkasnya. (ptu/bob)

Exit mobile version