BPBD Kabupaten Malang Bangun Pos Lapangan untuk Percepat Penanganan Bencana Hidrometeorologi

Longsor Pujon.(dok. BPBD Kabupaten Malang)
Longsor Pujon.(dok. BPBD Kabupaten Malang)

Kabupaten Malang, blok-a.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang membentuk empat pos lapangan pendukung di lokasi strategis untuk mempercepat penanganan bencana hidrometeorologi yang diperkirakan terjadi akibat cuaca ekstrem.

Empat pos tersebut didirikan di Kecamatan Ngantang, Singosari, Tumpang, dan Tirtoyudo, yang dinilai memiliki potensi tinggi terdampak bencana.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, menjelaskan bahwa pos lapangan ini dibentuk sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.

“Pos lapangan ini sebagai upaya respon cepat ketika terjadi bencana atau saat menerima laporan adanya potensi ancaman bencana,” kata Sadono, pada Jumat (3/1/2025).

Pendirian pos-pos tersebut juga merupakan respons terhadap peringatan cuaca ekstrem yang dikeluarkan oleh Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda, Sidoarjo, yang memperkirakan potensi bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah, termasuk Kabupaten Malang, pada periode 2 hingga 10 Januari 2025.

Sadono menambahkan bahwa pos lapangan ini juga mendukung operasional posko tanggap darurat bencana yang telah didirikan di kantor BPBD Kabupaten Malang.

“Termasuk menyiapkan sarana prasarana peralatan dan logistik untuk korban bencana,” tambahnya.

Wilayah Rawan Bencana Kabupaten Malang

BPBD Kabupaten Malang telah memetakan wilayah-wilayah yang berpotensi terdampak bencana hidrometeorologi, terutama banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung.

Berdasarkan data tersebut, sejumlah kecamatan di Kabupaten Malang dinilai rawan terhadap bencana hidrometeorologi.

Untuk bencana banjir atau banjir bandang, beberapa kecamatan yang masuk dalam kategori rawan antara lain Pujon, Ngantang, Kasembon, Karangploso, Dau, Singosari, Lawang, Pakis, Poncokusumo, Ampelgading, Tirtoyudo, Dampit, Sumbermanjing Wetan, Gedangan, Kalipare, dan Wagir.

Sementara itu, kecamatan yang rawan terdampak tanah longsor meliputi Pujon, Ngantang, Kasembon, Karangploso, Dau, Singosari, Lawang, Poncokusumo, Tumpang, Ampelgading, Tirtoyudo, Dampit, Sumbermanjing Wetan, Wagir, Kromengan, Ngajum, dan Wonosari.

Kecamatan yang rawan angin puting beliung antara lain Karangploso, Dau, Singosari, Lawang, Pakis, Jabung, Tajinan, Poncokusumo, Bululawang, Gondanglegi, Sumberpucung, dan Kepanjen.

Dengan langkah-langkah tersebut, BPBD Kabupaten Malang berkomitmen untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan penanganan bencana guna melindungi masyarakat dari potensi dampak bencana alam yang dipicu cuaca ekstrem. (ptu/lio)

Exit mobile version