Kekeringan di Malang Selatan Meluas, Sekolah – Puskesmas Turut Terdampak

Situasi kekeringan ladang persawahan di Kabupaten Malang. (blok-a.com/Putu Ayu Pratama S)

Kabupaten Malang, blok-a.com – Meskipun musim hujan telah melanda sebagian wilayah di Kabupaten Malang, namun bencana kekeringan justru melebar di Malang Selatan.

Hingga Rabu (30/10/2024) kemarin, dilaporkan 22 desa di 7 kecamatan masih dilakukan pendistribusian air bersih.

Sebanyak 7 kecamatan tersebut yakni, Sumbermanjing Wetan, Donomulyo, Gondanglegi, Bantur, Kalipare, Gedangan dan Pagak.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logitik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan menerangkan, bencama kekeringan sendiri telah dirasakan warga di Malang Selatan sejak awal September 2024.

“Desa paling banyak di Kecamatan Sumbermanjing Wetan, ada ribuan kepala keluarga yang terdampak di lima desa, diantaranta Desa Sumberagung, Sitiarjo, Kedungbanteng, Ringinsari, Harjokuncaran,” kata Sadono kepada awakmedia, Kamis (31/10/224).

Selain warga desa, ada satu fasilitas kesehatan Puskesmas Sitiarjo, satu sekolah dan satu Pondok Pesantren di Kecamatan Sumawe yang turut terdampak bencana kekeringan.

“Tanggal 7 Oktober, Ponpes Raudlatul Muttaqin itu kami distribusikan air bersih sebanyak 5 ribu Liter. Sedangkan, MTSN 04 Harjokuncaran pencapaian (pendistribusian air bersih) sudah sebanyak 61 ribu liter, sejak 1 hingga 25 Oktober 2024 kemarin,” bebernya.

Selain Kecamatan Sumbermanjing Wetan, satu sekolah di Kecamatan Pagak dan satu ponpes di Asy – Syadzili IV, Desa Putukrejo, Kecamatan Gondanglegi juga turut merasakan kurangnya air bersih.

“SMPN 2 PAGAK pencapaiannya sebanyak 5 ribu liter, hanya satu hari di tanggal 23 Oktober 2024 lalu. Sedangkan Ponpes Gondanglegi dikabarkan sejak 13 September hingga 8 Oktober senabanyak 20 ribu liter,”
ungkapnya.

Sementara itu, di Kecamatan Donomulyo ada 2 desa dan satu Puskesmas yang terdampak. Terdapat ribuan kepala keluarga yang turut merasakan kurangnya air bersih.

“Puskesmas Donomulyo sendiri kami diatribusikan air bersih sejak 7 hingga 09 Oktober, pencapaiannya sebesar 10 ribu liter,” jelasnya.

Lebih lanjut, Sadono menambahkan, sejak awal September hingga 30 Oktober 2024 sebanyak tiga juta air bersih telah didistribusikan oleh BPBD Kabupaten Malang untuk membantu memenuhi kebutuhan warga Malang Selatan yang terdampak kekeringan.

“Pendistribusian akan terus kami lakukan hingga waktu yang belum bisa dipastikan. Sejak 4 September hingga 30 Oktober sudah sebanyak 3.190.150 liter. Dengan jumlah penerima manfaat kurang lebih 5.191 kepala keluarga atau sekitar 15.689 jiwa,” pungkasnya. (ptu)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com

Redaktur pelaksana sekaligus Jurnalis blok-a.com yang memfokuskan liputan pada isu sosial, politik, dan peristiwa terkini di Malang Raya.