Identitas 10 Korban Tewas Longsor Pacet-Cangar 

Petugas gabungan melakukan evakuasi korban longsor di jalur Pacet-Cangar, Kamis (3/4/2025). (BPBD Kota Batu)
Petugas gabungan melakukan evakuasi korban longsor di jalur Pacet-Cangar, Kamis (3/4/2025). (BPBD Kota Batu)

Mojokerto, blok-a.com – Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap korban longsor di kawasan hutan Tahura Raden Soerjo, Blok Watulumpang, Pacet, Kabupaten Mojokerto, resmi dihentikan pada Jumat (4/4/2025). Seluruh korban yang berjumlah 10 orang telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Kapolres Mojokerto, AKBP Dr. Ihram Kustarto, menyatakan bahwa pencarian dihentikan setelah seluruh korban berhasil dievakuasi dari lokasi longsor.

“Alhamdulillah, pukul 11.00 WIB tim gabungan berhasil mengevakuasi sembilan korban tambahan. Dengan demikian, proses pencarian telah rampung,” ujarnya.

Korban pertama ditemukan pada Kamis (3/4/2025), sementara sembilan korban lainnya ditemukan pada hari kedua pencarian, Jumat (4/4/2025), oleh tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD Kabupaten Mojokerto, BPBD Provinsi Jawa Timur, BPBD Jombang, BPBD Batu, TNI, Polri, serta sejumlah relawan.

Berikut identitas 10 korban tewas dalam peristiwa longsor Pacet-Cangar:

Ditemukan di dalam mobil pikap:

1. Fitria Handayani (27), warga Desa Jatijejer, Trawas, Mojokerto
2. Ahmad Fiki Muzaki (28), warga Desa Jatijejer, Trawas, Mojokerto
3. MF (3), warga Desa Jatijejer, Trawas, Mojokerto

Ditemukan di dalam mobil Toyota Kijang Innova Reborn:

4. Masjid Satmo Setio (31), warga Desa Klopo Sepuluh, Sukodono, Sidoarjo
5. Rani Anggraeni (28), warga Desa Klopo Sepuluh, Sukodono, Sidoarjo
6. SN (6), warga Desa Klopo Sepuluh, Sukodono, Sidoarjo
7. PQ (2), warga Desa Klopo Sepuluh, Sukodono, Sidoarjo
8. Wahyudi (71), warga Desa Klopo Sepuluh, Sukodono, Sidoarjo
9. Jainah (61), warga Desa Klopo Sepuluh, Sukodono, Sidoarjo
10. Saudah (70), warga Desa Suruh, Sukodono, Sidoarjo

Ketiga korban dalam mobil pikap ditemukan pada pukul 09.25 WIB dan langsung dievakuasi ke RSUD Sumberglagah, Pacet.

Sementara tujuh korban lainnya ditemukan sekitar pukul 11.00 WIB, enam di antaranya dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Hasta Brata Kota Batu, dan satu korban lainnya ke RSUD Sumberglagah.

Kapolres menjelaskan bahwa kedua kendaraan korban terseret material longsor dan jatuh ke jurang sedalam 30 meter di sisi jalan Pacet-Cangar.

“Korban yang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia langsung kami evakuasi ke Posko DVI Polri Polda Jatim di RS Sumberglagah Pacet dan RS Bhayangkara Hasta Brata Batu,” jelasnya.

Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi SAR difokuskan pada pembersihan material longsor yang masih menutup akses utama Pacet-Cangar.

Sebelumnya, longsor terjadi pada Kamis (3/4/2025) sekitar pukul 11.15 WIB di Jalan Sumber Brantas–Pacet. Hujan deras sejak pukul 10.00 WIB dan tersumbatnya saluran air akibat ranting serta material lainnya menyebabkan tanah tergerus hingga terjadi longsor besar.

Material longsor menutupi jalan dengan lebar sekitar 50 meter. Tebing yang longsor memiliki tinggi sekitar 50 meter dan kedalaman longsoran mencapai 70 meter.

Peristiwa ini menyebabkan akses jalan di jalur Pacet-Cangar yang merupakan penghubung Kabupaten Mojokerto-Kota Batu tertutup total.

Polres Mojokerto menutup sementara jalur tersebut demi keselamatan pengguna jalan. Sebagai langkah pengamanan, arus kendaraan dari Pacet menuju Cangar dialihkan melalui Trawas-Pandaan menuju Malang.

Sebaliknya, Satuan Lalu Lintas Polres Batu juga mengalihkan arus lalu lintas dari Kota Batu menuju Mojokerto melalui rute Pandanrejo-Karangploso.

Proses evakuasi korban sempat terkendala cuaca dan medan yang berpotensi menimbulkan longsor susulan. Hingga akhirnya tim gabungan melanjutkan operasi SAR pada Jumat (4/4/2025) pagi.(sya/lio)

Exit mobile version