Kabupaten Malang, blok-a.com – Akhir tahun 2024, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang mencatat sejumlah dampak dari hujan deras yang terjadi beberapa hari terakhir. Dampaknya ada tiga rumah rusak dan jalan ambrol.
Dirincikan lebih jauh, sejak Minggu (29/12/2024) sekitar pukul 06.45 WIB lalu, telah terjadi tanah longsor di Dusun Sumberceleng, Desa Banjarejo, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang mengatakan, bencana tanah longsor disebabkan adanya hujan dengan intensitas tinggi di wilayah tersebut.
Akibatnya, satu rumah warga mengalami rusak akibat tertimpa retuntuhan longsor setinggi empat meter dengan panjang 3,5 meter dan lebar dua meter.
Beruntungnya tidak ada korban dalam kejadian tersebut. Mendapati informasi, petugas BPBD dibantu warga setempat melakukan pembersihan dan pemberian bantuan.
“Upaya yang sudah kami lakukan assesment di lokasi dan melakukan pendistribusian paket kebutuhan mendesak, seperti sembako, paket kebersihan, paket sandang pria dan wanita, serta paket tambahan bergizi,” kata Sadono, Rabu (1/1/2024).
Pada hari yang sama yakni Minggu (29/12/2024) lalu, hujan dengan intensitas tinggi juga terjadi di wilayah Kecamatan Dampit.
Bencana tersebut mengakibatkan satu rumah warga di Desa Majang Tengah, Dampit mengalami rusak berat di bagian atap, hingga mengharuskan penghuni rumah terpaksa mengungsi.
Rumah milik Ari Bawon (37) mengalmi rusak parah, bagian atap rumah ambrol tak bersisa. Beruntungnya tidak ada korban dalam peristiwa tersebut. Namun demikian, menurut laporan BPBD Kabupaten Malang kerugian ditafsir mencapai Rp200 juta.
“Direncanakan akan direhab menggunakan dana desa. Kami juga sudah melakukan assesment awal dan mendistribusikan bantuan,” ujarnya.
Pada Senin (30/12) hujan dengan intensitas sedang mengguyur wilayah Kecamatan Tirtoyudo, hujan tersebut berlangsung selama dua hari berturut-turut.
Akibatnya, satu rumah di Desa Tirtoyudo, Kecamatan Tirtoyudo mengalami kerusakan pada bagian atap yang sebelumnya sudah mengalami pelapukan.
“Ini memang kondisi atap lapuk yang di Desa Tirtoyudo. Pemilik rumah mengungsi ke rumah tetangga,” tambah Sadono.
Beruntungnya tidak ada korban dalam bencana itu. Kendati demikian, BPBD mencatat pemilik rumah mengalami kerugian sekitar Rp70 juta akibat kerusakan.
Pada hari yang sama yakni Senin (30/12/2024) lalu, bencana serupa juga terjadi di Kecamatan Pagelaran. Akibat hujan deras sejak siang hingga dini hari mengakibatkan satu rumah warga di Desa Pagelaran, Kecamatan Pagelaran mengalami kerusakan.
Atap rumah milik Warstito (57) runtuh sekitar pukul 20.00 WIB. Akibat peristiwa tersebut, pemilik rumah mengalami luka-luka. Beruntung masih bisa diselamatkan, dan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
“Pak Warsito (pemilik rumah) mengalami luka di bagian pelipis mata. Setelah peristiwa tersebut, penghuni rumah mengungsi di tetangga sekitar,” jelasnya.
Sementara itu, pada Selasa (31/12/2024) kemarin hujan dereas mengakibatkan tanah longsor bahu jalan di Desa Karangrejo, Kecamatan Kromengan. Ketinggian longsor mencapai 10 meter dan lebar 5 meter.
Kendati demikian ruas jalan masih dapat dilalui baik untuk roda dua maupun roda empat dengan berhati-hati. Selanjutnya, BPBD melakukan penanganan dan berkoordinasi langsung dengan Dinas Bina Marga, Pemkab Malang.
Di hari yang sama, Senin (31/12) kemarin, bencana tanah longsor juga terjadi di Kecamatan Pujon. Reruntuhan tebing setinggi 6 meter dengan lebar 15 meter roboh dan menyumbat aliran sungai.
Selain itu, material juga menimpa bangunan dapur pesantren dan rumah pengurus pondok pesantren Nurul Ulum, Pujon. Beruntungnya tidak ada korban dalam peristiwa tersebut.
Mendapati laporan, BPBD Kabupaten Malang melakukan koordinasi dan kajian cepat serta menyalurkan bantuan terpal yang dibutuhkan di lokasi kejadian.
“Para santri melakukan pengerukan bersama untuk memperlancar aliran sungai yang tertimpa longsor. Kami juga telah koordinasikan dengan pihak terkait,” pungkas Sadono. (ptu/bob)









