Blok-a.com – Perayaan Idul Fitri 2025 di Jawa Timur diwarnai sejumlah insiden balon udara yang jatuh dan menyebabkan kerusakan di beberapa daerah, termasuk Blitar, Pujon, dan Tulungagung. Tradisi menerbangkan balon udara saat Lebaran, meskipun dianggap sebagai bagian dari perayaan, juga menimbulkan risiko bagi masyarakat.
Berikut beberapa peristiwa balon udara jatuh di beberapa daerah di Jawa Timur, dirangkum Blok-a.com dari berbagai sumber:
Di Blitar, Balon Udara Rusak Rumah Warga
Insiden pertama bahkan terjadi pada hari pertama Idulfitri, Senin, 31 Maret 2025, sekitar pukul 07.47 WIB. Sebuah balon udara dengan muatan petasan jatuh menimpa rumah warga di Kelurahan Blitar, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar.
Warga dikejutkan oleh jatuhnya balon udara yang membawa petasan ke atap rumah salah satu warga. Insiden ini menyebabkan kerusakan pada atap rumah tersebut. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun sempat menimbulkan kepanikan di kalangan warga sekitar.
Di Malang, Sebabkan Pemadaman Listrik di 8.000 Rumah
Pada hari kedua Lebaran, Selasa, 1 April 2025, balon udara yang diduga diterbangkan dari wilayah Kota Batu, jatuh dan tersangkut jaringan listrik di Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang.
Akibatnya, aliran listrik di wilayah tersebut padam, memengaruhi sekitar 8.000 pelanggan. Termasuk di kawasan Jalan Arumdalu, Songgoriti, Kota Batu, hingga Kecamatan Pujon.
Asman Keuangan dan Umum PLN UP3 Malang, Bintara Situmorang, menyatakan bahwa pemadaman terjadi mulai pukul 05.59 WIB hingga 06.04 WIB. Kapolsek Pujon, Iptu Sugihartono, menduga bahwa balon udara tersebut diterbangkan dari wilayah Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.
Di Tulungagung, Sampai Ada Korban Luka
Berikutnya, giliran warga Desa Gandong, Kecamatan Bandung, Kabupaten Tulungagung yang tertimpa musibah akibat balon udara yang jatuh.
Pada 2 April 2025, sebuah balon udara yang membawa petasan renteng jatuh di rumah warga. Petasan yang dibawanya meledak, merusak jendela rumah, sebagian bodi mobil, dan menyebabkan seorang warga luka ringan.
Kapolsek Bandung, AKP Anwari, membenarkan kejadian tersebut. Saat ini, pihak kepolisian telah mengamankan tujuh orang pelaku penerbangan balon udara ilegal berisi petasan, lima di antaranya masih di bawah umur.
Tiga kasus tersebut baru yang terjadi di Jawa Timur saja sepanjang momen Lebaran tahun ini. Sementara menurut data AirNav Indonesia, tercatat ada 19 laporan dari pilot terkait gangguan balon udara, hingga 3 April 2025. (gni)









