Kota Malang, blok-a.com – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan pentingnya menjaga integritas dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025. Hal itu disampaikan saat membuka kegiatan sosialisasi kebijakan SPMB pada Senin, (21/4/2025).
Kegiatan yang digelar di Hotel Aliante itu dihadiri para kepala sekolah, kepala cabang dinas (kacabdin), hingga operator sekolah.
Khofifah menekankan pentingnya menjaga kepercayaan masyarakat dalam kebijakan SPMB ini. Hal ini bertujuan, agar proses seleksi berjalan secara transparan, akuntabel, dan mampu menciptakan iklim pendidikan yang adil serta berpihak pada kualitas dan integritas
“Jaga objektivitas, jaga integritas,” ujar Khofifah.
Untuk memperkuat hal tersebut, pada 2 Mei 2025 mendatang yang bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional, pihaknya akan menggelar penandatanganan Pakta Integritas yang mencakup seluruh stakeholder terkait.
“Semua harus terikat pada pakta integritas. Ini jadi pegangan bersama untuk memastikan proses SPMB berjalan bersih dan adil,” tegasnya.
Khofifah menyebut SPMB menjadi momen penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap dunia pendidikan. Ia juga menyoroti capaian Jawa Timur dalam pendidikan. Termasuk enam tahun berturut-turut menjadi provinsi dengan siswa terbanyak diterima di perguruan tinggi negeri tanpa tes, serta lima tahun berturut-turut dalam jalur dengan tes.
“Artinya, prestasi pendidikan Jawa Timur luar biasa. Tapi ini harus dijaga dengan sistem penerimaan yang akuntabel,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya pemahaman masyarakat terhadap sistem seleksi. Menurutnya, penerimaan tidak hanya berdasarkan domisili, tetapi juga peringkat nilai. Sistem zonasi akan dikombinasikan dengan sistem peringkat agar lebih adil.
“Kalau tidak disosialisasikan secara menyeluruh, bisa menimbulkan salah paham. Karena itu, kepala sekolah dan kacabdin ikut dalam lima gelombang sosialisasi SPMB ini,” ujarnya. (yog/gni)








