Masih Ada Mahasiswa Berkendara Kencang di Dalam Kampus, Universitas Brawijaya Gelar Program Safety Riding

Masih Ada Mahasiswa Berkendara Kencang di Dalam Kampus, Universitas Brawijaya Gelar Program Safety Riding

Kota Malang, Blok-a.com – Universitas Brawijaya (UB) gelar program Safety Riding sebagai upaya meningkatkan keselamatan berkendara mahasiswa. Dalam kegiatan ini, UB bekerja sama dengan beberapa pihak, termasuk Astra Honda Motor (AHM), PT Mitra Pinasthika Mulia (MPM), dan kepolisian.

Kepala Sub. Direktorat Kesejahteraan dan Kewirausahaan Mahasiswa UB, Ilhamuddin Nukman mengungkapkan bahwa materi yang disampaikan di Safety Riding ini beragam. Mulai dari aspek keamanan berkendara, pelatihan penggunaan sepeda motor yang aman, dan sosialisasi kepada mahasiswa baru hingga yang sudah mengikuti Program Mahasiswa Wirausaha (PMW). Dia juga mencatat adanya mahasiswa yang berkendara dengan kecepatan tinggi di dalam kampus, yang dianggap sangat berbahaya.

“Kadang masih ada mahasiswa yang naik motornya masih kencang dan itu sangat bahaya sekali,” ujar Ilhamuddin.

Acara tersebut juga menyediakan alat simulasi berkendara. Alat tersebut berbentuk sepeda motor yang tersambung dengan layar elektronik. Gunanya untuk mendeteksi potensi kecelakaan yang terjadi.

Menurut Ilhamuddin, UB sendiri memiliki Program Green Campus yang bertujuan menjaga lingkungan kampus tetap hijau, bersih, nyaman, dan bebas dari polusi. Meskipun demikian, masih ada mahasiswa yang belum sepenuhnya memahami aturan berkendara di dalam kampus. Sehingga dia berharap program ini dapat membantu mengurangi angka kecelakaan di lingkungan kampus.

Mahasiswa dari berbagai fakultas juga terlibat dalam kegiatan ini dengan harapan dapat menciptakan lingkungan kampus yang lebih aman. Ilhamuddin berharap bahwa melalui program ini, tidak ada lagi mahasiswa UB yang terluka atau mengalami kecelakaan akibat kesalahan berkendara.

“Harapannya adalah tidak ada lagi mahasiswa UB yang terluka atau mengalami kecelakaan karena kesalahan dalam berkendara,” ungkap Ilhamuddin.
Instruktur Safety Riding PT MPM Honda Jatim, Achmad Hilmy, menyoroti urgensi keselamatan berkendara di kalangan generasi muda. Data kecelakaan menunjukkan bahwa usia produktif, yaitu 14 hingga 39 tahun, memiliki angka kecelakaan tertinggi. Oleh karena itu, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran mahasiswa terkait keselamatan berkendara dan mencegah kecelakaan yang dapat berdampak negatif terhadap masa depan dan keluarga mereka.

“AHM tidak ingin membiarkan generasi muda kita itu mengalami kecelakaan terus menerus, sehingga digelar seminar Safety Riding UB. Karena menurut data kecelakaan tertinggi itu terjadi di usia produktif,” ujar Hilmy. (mg2/bob)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com