Dua Profesor Unggulan di Fakultas Teknik UB ini Bawa Riset Berkualitas Jadi Sorotan

Pengukuhan Guru Besar, dari kiri : Prof. Dr. Slamet Wahyudi, S.T., M.T., Prof. Femiana Gabsari Madhi Fitri, S.T., M.T., Prof. Dr. Ir. Anik Martinah Hariati, M.sc., Prof. Dr.Eng. Donny Harisuseno, S.T., M.T. (foto : Humas UB)

 

Malang, Blok-a.com – Pada Kamis (07/12/2023), Universitas Brawijaya (UB) menggelar upacara pengukuhan dua profesor terkemuka dari Fakultas Teknik (FT), yakni Prof. Dr. Femiana Gapsari Madhi Fitri, S.T., M.T., dan Prof. Dr. Slamet Wahyudi, S.T., M.T. Acara berlangsung di Gedung Samantha Krida UB dan dihadiri oleh akademisi, mahasiswa, dan stakeholder terkait.

Prof. Dr. Femiana Gapsari Madhi Fitri, S.T., M.T., yang merupakan Profesor aktif ke-24 di FT dan ke-194 di UB, telah meneliti Teknologi Nano Komposit dari Limbah Organik (TKO) sebagai Inhibitor Korosi Logam.

Dia mengungkapkan terkait risetnya yang menawarkan solusi inovatif terhadap kerugian besar yang diakibatkan oleh korosi, dengan menggunakan TKO sebagai inhibitor dan pelapis anti-korosi.

“Keunggulan TKO terletak pada sifat adhis dan penghalang yang kuat, membentuk lapisan hidrofobik pada permukaan logam, sambil tetap ramah lingkungan,” lanjut dia.

Meskipun demikian, kendala umur pakai rendah dan biaya relatif tinggi menjadi perhatian, namun potensinya dalam memberikan solusi bagi berbagai industri membuatnya menjanjikan. Namun, dia tidak pernah berhenti melakukan penelitian untuk mengatasi hal tersebut.

Sementara itu, Prof. Dr. Slamet Wahyudi, S.T., M.T., Profesor aktif ke-25 di FT dan ke-195 di UB, telah meneliti Teknologi Microwave Ablation (TMA) sebagai Pembangkit Biopanas terhadap Pembunuhan Sel Kanker.

Prof. Slamet Wahyudi membahas kanker sebagai penyakit serius yang memerlukan terapi inovatif. Dia menyebut, TMA bisa menjadi solusi yang menjanjikan. Sebagai pembangkit biopanas, TMA mampu memberikan intensitas energi rendah dengan hasil ablasi jaringan yang lebih besar dalam waktu singkat.

“Kelebihan lainnya termasuk kemampuan menghasilkan suhu sangat tinggi tanpa merusak jaringan sekitarnya. Namun, keberhasilan tergantung pada optimalitas penempatan antena pada sel kanker,” lanjut dia.

Kedua profesor Fakultas Teknik UB ini telah memberikan orasi ilmiah yang diharapkan dapat memberikan wawasan dan pemahaman baru di dunia pendidikan, serta berpotensi memberikan kontribusi besar dalam menghadapi tantangan kesehatan dan industri. (mg2/bob)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com