Blok-a.com – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) merupakan momentum penting bagi peserta didik untuk beradaptasi dengan lingkungan sekolah baru. Berdasarkan kebijakan terbaru Kemendikdasmen, MPLS Ramah tahun ajaran 2025/2026 wajib dilaksanakan selama lima hari, pada minggu pertama tahun ajaran baru.
Momen ini menjadi kesempatan bagi siswa baru untuk mengenal guru, staf, fasilitas, dan teman-teman baru agar merasa nyaman dan siap menjalani proses pembelajaran. Namun, tidak semua sekolah menjalankan MPLS dengan cara konvensional. Beberapa sekolah justru menghadirkan konsep kreatif yang unik dan berbeda untuk menciptakan pengalaman MPLS yang lebih berkesan, penuh makna, dan menyenangkan.
Sesuai dengan panduan resmi Kemendikdasmen, MPLS Ramah bertujuan memastikan setiap rangkaian kegiatan berorientasi pada kebutuhan, perlindungan, dan kesejahteraan murid baru dengan pendekatan yang aman, nyaman, dan menggembirakan. Berikut lima sekolah yang menghadirkan kegiatan MPLS paling unik dan inspiratif di tahun 2025:
1. SMK Telkom Purwokerto: Kampanye Keselamatan Lalu Lintas dengan Bersepeda
SMK Telkom Purwokerto mengajak seluruh siswa baru untuk tidak membawa kendaraan bermotor, tetapi menggalakkan penggunaan sepeda selama MPLS berlangsung. Kegiatan ini merupakan bentuk kampanye kesadaran terhadap tingginya angka kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Indonesia.
Program yang berlangsung selama empat hari ini tidak hanya mengajarkan pentingnya keselamatan berkendara, tetapi juga memperkenalkan gaya hidup sehat dan ramah lingkungan. Kegiatan berjalan dengan penuh semangat dan kehangatan, menciptakan suasana kekeluargaan di antara siswa baru dan senior.
2. SD NU Nurul Ishlah Gresik: Kostum Anatomi Tubuh untuk Edukasi Kesehatan
SD NU Nurul Ishlah di Gresik menghadirkan konsep MPLS yang sangat menarik dengan tema “Aku Sayang Tubuhku, Aku Jaga Sehatku”. Para guru mengenakan kostum menyerupai berbagai bagian tubuh manusia seperti jantung, paru-paru, lambung, dan organ lainnya selama enam hari pelaksanaan MPLS.
Pendekatan visual ini bertujuan menumbuhkan kesadaran diri pada siswa mengenai pentingnya menjaga dan mencintai kesehatan tubuh sejak dini. Metode pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan ini membuat materi kesehatan lebih mudah dipahami dan diingat oleh anak-anak.
3. SD Santo Paulus II Pangkalpinang: Simbolisme Pelepasan Burung
SD Santo Paulus II Pangkalpinang menggelar ritual pelepasan belasan burung sebagai simbol transisi dari jenjang TK ke SD. Kegiatan simbolis ini mengandung makna mendalam tentang kemandirian dan kebebasan untuk meraih cita-cita setinggi mungkin.
MPLS diawali dengan doa pembukaan dan diakhiri dengan sesi foto bersama orang tua murid, menciptakan momen berkesan bagi seluruh keluarga. Konsep ini mengajarkan nilai-nilai spiritual dan motivasi kepada siswa baru untuk berani bermimpi dan berprestasi.
4. SMA Islam Ternate: Camping Spiritual untuk Pembentukan Karakter
SMA Islam Kota Ternate menyelenggarakan kegiatan camping selama enam malam di lingkungan sekolah sebagai bagian dari MPLS. Program ini dirancang khusus untuk penguatan spiritual dan pembentukan karakter siswa baru.
Kegiatan ini sejalan dengan program “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat” yang meliputi bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat. Melalui camping, siswa belajar kemandirian, kerja sama, dan kedisiplinan dalam lingkungan yang terkontrol namun menantang.
5. SMK Citra Medika Sragen: Pelestarian Permainan Tradisional dan Peduli Lingkungan
SMK Citra Medika Sragen menghadirkan konsep MPLS yang memadukan pelestarian budaya dan kepedulian lingkungan. Siswa baru diajak bermain berbagai permainan tradisional seperti lompat tali, dakon, lari batok, hingga egrang.
Tujuan utama kegiatan ini adalah mengenalkan kembali permainan-permainan khas Nusantara yang mulai terlupakan di era digital. Selain itu, sekolah juga mengintegrasikan gerakan peduli lingkungan melalui kegiatan menanam berbagai jenis tanaman buah dan bunga di area sekolah.
Program ini mengajarkan siswa untuk mencintai budaya lokal sekaligus bertanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan hidup. (mg2/gni)


