Sebagian Kursi di Jalan Ijen Dipindah ke Taman Bunga Merjosari, Ini Penjelasan DLH Kota Malang

Pemasangan kursi di Taman Bunga Merjosari yang merupakan bekas kursi di Jalan Ijen, Kota Malang (tangkapan layar Instgram @mlg.sekarang)
Pemasangan kursi di Taman Bunga Merjosari yang merupakan bekas kursi di Jalan Ijen, Kota Malang (tangkapan layar Instgram @mlg.sekarang)

Kota Malang, blok-a.comKursi-kursi di Jalan Ijen telah dicopot Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang. Alasannya karena DLH Kota Malang bakal merestorasi dan memindahkan kursi itu ke taman lainnya.

Taman yang menjadi lokasi pemindahan kursi di Jalan Ijen itu ternyata Taman Bunga Merjosari. Pemasangan kursi di Taman Bunga Merjosari itu dilakukan pada Rabu (30/4/2025).

Kepala DLH Kota Malang, Noer Rahman Wijaya membenarkan kursi pedestrian yang baru dipasang di Taman Bunga Merjosari merupakan hasil restorasi atau perbaikan dari kursi yang berada di kawasan Jalan Ijen, Kota Malang.

“Beberapa yang kita lakukan upaya untuk restorasi terkait dengan bangku-bangku yang ada di Ijen memang betul sebagian kita alihkan ke Taman Merjosari,” kata Rahman saat ditemui blok-a.com, Jumat (2/5/2025).

Kepala DLH Kota Malang, Noer Rahman Wijaya saat diwawancarai wartawan blok-a.com (blok-a.com / Yogga Ardiawan)
Kepala DLH Kota Malang, Noer Rahman Wijaya saat diwawancarai wartawan blok-a.com (blok-a.com / Yogga Ardiawan)

Ia mengungkapkan, peralihan pemasangan kursi tersebut disebabkan banyaknya pengunjung yang memilih Taman Merjosari sebagai tempat untuk sekedar bersantai. Ia menerangkan, berdasarkan data laporan yang didapat oleh DLH Kota Malang, rata-rata pengunjung di Taman Merjosari mencapai 150 orang setiap harinya.

“Karena ada permintaan juga seakibat daripada pengunjung yang ada di sana untuk dijadikan sarana-prasarana untuk menghilangkan penat dan penambah penunjang fasilitas yang ada di sana,” ungkapnya.

Berdasarkan indikator itu, Rahman menjelaskan tambahan kursi tersebut untuk menunjang fasilitas dan memberikan kenyamanan kepada masyarakat saat berkunjung ke Taman Merjosari. Sehingga, sebagai stakeholder pengampu, pihaknya mempunyai kewajiban untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

“Dari indikator kemarin itu dengan jumlah pengunjung yang notabene hampir 150 orang setiap harinya, Kami meletakkan tambahan sekitar 11 kursi,” bebernya.

Rahman menerangkan, tidak menutup kemungkinan ada tambahan kursi pedestrian di kawasan Taman Merjosari dan taman lainnya yang ada di Kota Malang. Hal itu sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Wali Kota yang ditujukan untuk DLH Kota Malang.

“Nant kita lihat aspek kebutuhan. Jadi kan sekarang ini kita sebagai mandatori daripada pengampu terkait dengan masalah taman-taman kota. Jadi kita akan memberikan beberapa sumbangsih atau sebagai penambah sarana penunjang di beberapa taman-taman di kota Malang. Salah satunya saat ini masih di Taman Merjosari,” tuturnya.

Disinggung terkait dengan pemasangan kembali kursi pedestrian di kawasan Jalan Ijen, Rahman menjawab akan mengkaji terlebih dahulu terkait hal tersebut. Terlebih, menurutnya pemasangan kursi pedestrian lebih manfaat di area taman-taman di Kota Malang.

“Nanti misalkan kalau di Ijen memang sangat-sangat diperlukan untuk dipasang di situ lagi, kita pasang lagi. Nanti kita akan kaji terlebih dahulu,” tutupnya. (yog/bob)

Exit mobile version