Setelah Dilepas, Warga Mengeluh kini Tiada Kursi di Jalan Ijen Malang

Kursi yang kini telah tiada di Jalan Besar Ijen, Kota Malang, Senin (21/4/2025) (blok-a/Zul)
Kursi yang kini telah tiada di Jalan Besar Ijen, Kota Malang, Senin (21/4/2025) (blok-a/Zul)

Kota Malang, blok-a.com – Hilangnya kursi-kursi besi yang biasa terpasang di kawasan pedestrian Jalan Ijen, Kecamatan Klojen, menuai keluhan dari warga Kota Malang. Kursi yang selama ini menjadi tempat beristirahat warga dan pengunjung kini tak lagi terlihat, membuat area yang dulunya ramai kini terasa lebih lengang.

Wawan (34), seorang driver ojek online yang biasa menunggu penumpang di kawasan itu, mengungkapkan rasa tidak nyamannya karena tidak ada tempat duduk seperti sebelumnya.

“Ya tidak enak mas, kayak orang pinggiran saja kalau nunggu penumpang duduk di atas trotoar,” keluh warga Muharto tersebut.

Menurutnya, keberadaan kursi sangat membantu pengendara atau pejalan kaki yang ingin beristirahat sejenak. Ia berharap Pemkot Malang tetap mempertahankan fasilitas yang sudah terbukti memberi manfaat langsung kepada masyarakat.

“Kalau ada kursinya enak mas, terbantu bisa sender, gak seperti saat ini,” ujarnya.

Keluhan juga datang dari Subekhan (45), pedagang kopi keliling yang biasa berjualan di sekitar Jalan Ijen. Ia menyebut kawasan itu biasanya ramai pada sore hingga malam hari, namun sejak kursi-kursi besi dicopot, jumlah pengunjung menurun drastis.

“Ramai kalau masih ada kursinya. Kemarin sepi mas, tidak ada anak yang nongkrong di sini,” katanya.

Ia mengaku pendapatannya menurun karena pengunjung yang biasa membeli dagangannya kini sudah jarang terlihat.

“Untuk sementara cari tempat lain untuk jualan. Bisa dilihat sendiri sangat sepi,” tutupnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Noer Rahman Wijaya, menjelaskan bahwa kursi-kursi di Jalan Besar Ijen tersebut memang sedang dalam proses pelepasan untuk keperluan restorasi. Ia menyebut kursi-kursi itu sudah terpasang cukup lama dan kini perlu dilakukan pemeliharaan agar tetap layak pakai.

“Sebenarnya dalam prosesnya kemarin, sudah ada rencana restorasi. Karena memang sudah lama sekali kursi itu ada di sana. Sehingga perlu maintenance dan perbaikan,” kata Rahman, Senin (21/4/2025). (yog)

Exit mobile version