Mojokerto, blok-a.com – Sebanyak 108 lembaga yang terdiri dari perusahaan, sekolah, dan desa menerima penghargaan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto atas kontribusi mereka dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup. Penghargaan ini diberikan dalam acara yang digelar di Pendopo Graha Maja Tama (GMT), Selasa (10/12/2024).
Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati, menyerahkan langsung penghargaan kepada lembaga-lembaga yang berprestasi, termasuk 28 perusahaan dalam kategori Peka Kelola, 1 Sekolah Adiwiyata Mandiri, 3 Sekolah Adiwiyata Nasional, 4 Sekolah Adiwiyata Jawa Timur, 17 Sekolah Adiwiyata Kabupaten, dan 6 sekolah dengan kategori Sekolah Hijau.
Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada 3 Desa Berseri tingkat Madya, 1 Desa Berseri tingkat Pratama, 3 Desa Berseri tingkat Kabupaten, 9 Dusun dalam kategori Proklim, serta individu dan perusahaan lainnya, seperti nominator Kalpataru Nasional, Pembina Lingkungan Hidup Jawa Timur, 26 perusahaan peserta Proper, dan 5 perusahaan kategori Pusaka Lingkungan.
Acara ini dihadiri oleh sejumlah pejabat, termasuk Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Kepala DLH, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD), serta Plt. Kepala Diskominfo Kabupaten Mojokerto.
Dalam sambutannya, Bupati Ikfina menekankan pentingnya kolaborasi dalam menjaga kelestarian lingkungan, sejalan dengan target pembangunan lingkungan hidup nasional, termasuk pengurangan emisi gas karbon.
Ia mengapresiasi perusahaan yang telah beralih ke energi terbarukan untuk mendukung rencana pembangunan jangka panjang daerah (RPJPD) yang mengacu pada rencana pembangunan nasional (RPJPN).
“Penggunaan energi terbarukan menjadi indikator capaian kinerja pemerintah dalam pembangunan lingkungan hidup. Negara kita punya komitmen global untuk menekan emisi gas karbon,” jelas Bupati Ikfina.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan transportasi umum sebagai salah satu langkah menekan emisi gas karbon yang memicu efek rumah kaca dan anomali iklim.
“Anomali iklim ini meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi di musim hujan dan kekeringan di musim kemarau, yang berdampak pada sektor pertanian. Ini tantangan besar bagi kita semua,” ujarnya.
Bupati Ikfina juga menyoroti pentingnya peran sekolah dalam meningkatkan pengetahuan generasi muda mengenai pengelolaan lingkungan hidup. Ia mendorong lembaga-lembaga terkait untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah serta menegakkan aturan terkait larangan membuang sampah sembarangan.
“Masyarakat kita sudah tahu bahwa membuang sampah sembarangan itu salah, tetapi faktanya masih banyak sampah berserakan di berbagai tempat. Ini harus menjadi perhatian serius,” pungkasnya.(sya/lio)









