Kota Malang, blok-a.com – Program 1.000 Event yang digagas Pemerintah Kota Malang dinilai memberikan dampak signifikan terhadap sektor pariwisata dan ekonomi daerah. Berbagai kegiatan yang digelar sepanjang tahun disebut mampu meningkatkan okupansi hotel, kunjungan restoran, hingga penjualan oleh-oleh.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Baihaqi, mengatakan program tersebut menjadi salah satu daya tarik utama bagi wisatawan maupun penyelenggara kegiatan dari berbagai daerah.
“Program unggulan Pak Wali dengan 1.000 event ini bisa menjadi daya tarik, menjadi pendongkrak bagi pelaku-pelaku industri pariwisata yang ada di Kota Malang,” ujar Baihaqi.
Menurutnya, konsep 1.000 Event tidak hanya mengandalkan agenda budaya, tetapi juga mengembangkan sport tourism melalui berbagai kejuaraan olahraga berskala regional, nasional hingga internasional. Selain itu, terdapat berbagai kegiatan pendukung lain yang ikut menggerakkan roda perekonomian.
“Dengan 1.000 event ini, apalagi kita mengedepankan budaya, kemudian sport tourism dengan event-event besar olahraga, baik skala regional, nasional, bahkan internasional, kemudian ada event-event penunjang yang lainnya, ini luar biasa dampaknya terhadap okupansi hotel. Kemudian pasti mereka itu pulang bawa oleh-oleh, kemudian restoran juga begitu,” katanya.
Baihaqi menyebut dampak program tersebut juga terlihat dari peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Berdasarkan data realisasi APBD Tahun Anggaran 2025, sektor-sektor penunjang pariwisata mencatat penerimaan sekitar Rp369 miliar.
“Makanya tadi saya tambahkan di dalam laporan saya, bukti bahwa 1.000 event ini berdampak terhadap pelaku-pelaku industri pariwisata, juga berdampak terhadap peningkatan PAD Kota Malang. Saya berbicara berdasarkan data realisasi, bukan target,” jelasnya.
Ia menegaskan angka Rp369 miliar tersebut merupakan realisasi selama satu tahun penuh pada 2025. Data tersebut diperoleh dari Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Malang.
“Satu tahun penuh di 2025. Jadi data kami ambil, kami kemarin minta ke BKAD, sudah dirilis. Itu adalah data realisasi,” ujarnya.
Baihaqi menambahkan, tingginya minat komunitas maupun organisasi olahraga menggelar kegiatan di Kota Malang turut menjadi indikator keberhasilan program tersebut. Menurutnya, penyelenggara tertarik karena akses menuju Kota Malang yang mudah serta kondisi udara yang dinilai lebih nyaman.
Selain itu, kehadiran Wali Kota Malang dalam berbagai pembukaan kegiatan juga memberikan nilai tambah bagi para penyelenggara.
“Ini kepercayaan masyarakat, kemudian komunitas, kemudian semua perkumpulan olahraga itu sangat senang sekali mengadakan acara-acara di Malang. Karena tertarik dengan akses untuk menuju ke Malang, kemudian udaranya di Malang masih lebih bagus,” katanya.
“Yang lebih membanggakan hati lagi, Pak Wali itu kalau diundang mereka untuk membuka acara, kalau beliau tidak ada acara yang sangat mendesak, pasti beliau hadir. Ini kan menambah kesenangan, merasa dihormati mengadakan event di Malang, Pak Wali bisa hadir bersama,” sambungnya.
Disinggung mengenai capaian pajak daerah, Baihaqi menyebut terdapat sejumlah sektor yang realisasinya bahkan melampaui target, salah satunya pajak hotel.
“Kalau kemarin itu saya ambil dari data realisasi yang ada di Laporan Pertanggungjawaban APBD Tahun Anggaran 2025. Realisasinya bahkan ada yang melampaui, kayak pajak hotel itu melampaui,” pungkasnya. (bob)



