Kota Malang, blok-a.com – Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan, dan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang terus melakukan pengerjaan drainase di titik-titik wilayah yang tersebar di Kota Malang. Hal tersebut sebagai upaya untuk mengantisipasi banjir saat musim hujan melanda Kota Malang.
Analisis Sumber Daya Air Bidang Bina Marga DPUPRPKP Kota Malang, Yocky Agus Firmanda menyampaikan pihaknya saat ini telah mempercepat pengerjaan 37 drainase di lima kecamatan. Beberapa di antaranya adalah Jalan Bendungan Sigura-gura, Jalan Cempaka Kuning, Jalan Anggrek Vanda, dan Jalan Gilimanuk.
“Progres seluruh pengerjaan telah mencapai 70 persen. Untuk tahun ini fokus kami di daerah Lowokwaru. Salah satunya Jalan Bendungan Sigura-gura,” ujar Yocky.
Yocky menerangkan, pihaknya akan melakukan normalisasi guna mengantisipasi genangan air yang cukup lama di beberapa wilayah terdampak. Hal tersebut guna menjawab kekhawatiran masyarakat saat melakukan pengerjaan drainase.
“Mereka khawatir saat hujan kondisi bisa lebih parah, bahkan sampai membuat dinding pembatas permukiman jebol seperti 2023 lalu. Namun, kami lakukan normalisasi agar air tidak mengalami penumpukan,” terangnya.
Yocky menjelaskan pada tahun 2024 ini pihaknya telah melakukan pengerjaan drainase hampir 300 titik guna mengantisipasi banjir. Dengan begitu, menurut Yocky banjir relatif berkurang dengan adanya masterplan yang telah dilakukan oleh DPUPRPKP Kota Malang.
“Sejak adanya pengerjaan drainase yang bertumpu pada masterplan, banjir relatif berkurang. Misalnya saja Jalan Soekarno-Hatta, Jalan Gading Kasri, dan beberapa titik lainnya,” imbuhnya.
Yocky melanjutkan, berdasarkan pantauan dari tim DPUPRPKP Kota Malang, tinggi air ketika musim hujan tidak melebihi 20 centimeter. Ia menambahkan, dalam kurun waktu 1 hingga 2 jam genangan air juga cepat surut.
“Sebagian besar titik juga surut sekitar satu sampai dua jam,” tukasnya. (mg1/bob)









