Perbaikan Jalan Pasar Induk Gadang, Ini Jawaban Wali Kota Malang

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, merespons keluhan para pedagang terkait kerusakan jalan di kawasan Pasar Induk Gadang yang tak kunjung diperbaiki
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat saat berkunjung ke Pasar Induk Gadang beberapa waktu lalu untuk mengecek bahan pokok jelang Hari Raya Idul Fitri (blok-a.com / Yogga Ardiawan)

Kota Malang, blok-a.com – Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, merespons keluhan para pedagang terkait kerusakan jalan di kawasan Pasar Induk Gadang yang tak kunjung diperbaiki. Menurutnya, rencana perbaikan jalan tersebut sebenarnya sudah masuk dalam agenda, namun hingga kini masih terganjal oleh belum adanya kepastian dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

“Itu kan memakai dana APBD Provinsi Jawa Timur, jadi kita tergantung mereka. Itu masuk badan keuangan provinsi, semua kebijakan ikut provinsi,” ujar Wahyu.

Ia menjelaskan, hingga tahun 2025 ini, perbaikan jalan tersebut belum dapat direalisasikan melalui APBD Kota Malang. Salah satu alasannya karena dirinya baru menjabat sebagai Wali Kota selama dua bulan, sehingga belum terlibat dalam penyusunan anggaran awal tahun.

Kondisi jalan yang rusak parah di kawasan Pasar Induk Gadang (blok-a.com / Yogga Ardiawan)
Kondisi jalan yang rusak parah di kawasan Pasar Induk Gadang Kota Malang (blok-a.com / Yogga Ardiawan)

“Saya belum masuk di dana APBD 2025, karena kita lihat lagi akan ada perubahan. Jika ada pergeseran nanti kita anggarkan,” tambahnya.

Meskipun demikian, Wahyu tidak menutup kemungkinan bahwa perbaikan aspal di Pasar Induk Gadang dapat menggunakan dana dari APBD Kota Malang atau bahkan dana insidentil Pemkot. Ia menyatakan masih akan meninjau urgensi dan prioritas alokasi anggaran yang tersedia.

“Bisa jadi, kita akan lihat antara prioritas. Kalau memang prioritas bisa kita anggarkan,” tutupnya.

Sebelumnya, sejumlah pedagang mengungkapkan kekecewaan mereka atas kondisi jalan yang sudah hampir setahun rusak parah tanpa perbaikan. Kerusakan ini berdampak langsung pada aktivitas jual-beli dan disebut menyebabkan penurunan pendapatan mereka.

Sempat beredar kabar bahwa perbaikan akan dilakukan pada Maret 2025 menggunakan dana Pemprov Jatim, namun rencana itu gagal direalisasikan karena alasan efisiensi anggaran. (yog/bob)

Exit mobile version