Perbaikan Jalan Rusak di Pasar Gadang Malang Terganjal Efisiensi Anggaran

Kondisi jalan yang rusak parah di kawasan Pasar Induk Gadang (blok-a.com / Yogga Ardiawan)
Kondisi jalan yang rusak parah di kawasan Pasar Induk Gadang (blok-a.com / Yogga Ardiawan)

Kota Malang, blok-a.comKerusakan jalan di kawasan Pasar Induk Gadang Kota Malang dikeluhkan para pedagang setempat karena berdampak langsung pada penurunan omzet mereka. Selama lebih dari satu tahun, kondisi jalan yang rusak membuat pengunjung enggan datang, sehingga mempengaruhi pendapatan harian para pelaku usaha.

“Satu tahun lebih jalannya kayak gini. Kalau jalannya rusak pengunjung males kesini. Pemasukan juga berkurang,” ujar Bu Sunarsih, pedagang warung di Pasar Gadang.

Menanggapi keluhan tersebut, Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang menyampaikan bahwa efisiensi anggaran menjadi penyebab utama tertundanya perbaikan jalan di kawasan tersebut.

Kepala Bidang Bina Marga DPUPRPKP Kota Malang, Kristiyan Bagus Muryanto, menjelaskan bahwa perbaikan kerusakan jalan Pasar Gadang telah masuk dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) tahun 2025 dan direncanakan akan menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK).

“Perbaikan jalan Pasar Gadang memang menjadi salah satu prioritas perbaikan jalan di Kota Malang,” kata Bagus kepada blok-a.com, Rabu (9/4/2025).

Ia menambahkan bahwa rencana perbaikan akan menggunakan material cor beton demi meningkatkan ketahanan jalan dari kerusakan. Hal ini disebabkan oleh kondisi jalan yang setiap hari terkena air limbah dari aktivitas pasar.

“Rencana perbaikan jalan nanti seperti itu. Aspalnya cepat rusak karena setiap hari terkena air ikan, tahu dan potongan ayam disana,” tambahnya.

Namun, hingga saat ini pelaksanaan perbaikan masih menunggu kepastian realisasi. Perbaikan jalan semula direncanakan mulai pada Maret 2025, namun batal karena anggaran dari Kementerian PUPR tidak jadi turun.

“Sebenarnya (perbaikan) Maret 2025 kemarin, namun karena efisiensi anggaran dari pusat sampai saat ini masih belum terlaksana,” imbuhnya.

Bagus juga menyebut kemungkinan penggunaan dana dari APBD Kota Malang sebagai alternatif, namun hal itu bergantung pada arahan dari Wali Kota Malang.

“Kalau memakai anggaran daerah itu kan terbatas dan perbaikan kurang maksimal. Kita masih menunggu arahan dan konsep dari Pak Wali,” tuturnya.

Di sisi lain, ia berharap ada peran serta dari pedagang dalam menjaga kebersihan lingkungan dan infrastruktur pasar, agar jalan yang sudah diperbaiki nanti tidak kembali rusak dalam waktu singkat.

“Arahan dari Pak Wali, pedagang harus disosialisasikan terlebih dahulu untuk tidak membuang air bekas tahu, sisa-sisa ikan maupun potongan ayam di aspal,” tutupnya. (yog/bob)

Exit mobile version