Nur Fajrini Beri Alasan Jadi Srikandi PPK KPU Kota Malang

Caption : Nur Fajrini ditemui seusai pelantikan PPK Pemilu 2024 Kota Malang pada Rabu (4/01/2023) (Blok-a.com / Putu Ayu Pratama S)

Kota Malang, blok-a.com – Perempuan asal Kecamatan Lowokwaru, Nur Fajrini bergabung dalam petugas PPK pemilu 2024 Kota Malang. Dalam kepesertaannya tersebut, menandakan bahwa dirinya menjadi srikandi diantara 25 petugas PPK KPU Kota Malang.

Keikutsertaan Fajrini dalam PPK KPU Kota Malang merupakan sebuah motivasi dari dirinya untuk menciptakan pemilu bebas dari Black Campaign (kampanye hitam).

“Karena selama ini kan banyak kontroversi dari pemilu sebelumya, yang suaranya dicuri atau yang lain. Akhirnya saya termotivasi untuk terjun, selain ikut mengamankan suara agar tak terjadi kecurangan saya juga ingin benar benar terlibat bagaimana sih kok bisa terjadi kecurangan seperti itu,” tutur Fajrini saat ditemui seusai dilantik pada Rabu (4/01/2023).

Sebab, sebelumnya dirinya pernah memiliki pengalaman di dunia panitia pemilu kampus yang mengalami kecurangan. Kini dirinya ingin menjadi bagian dari petugas yang dapat mengamankan suara meskipun hanya di tingkat kecamatan.

“Kalau di tingkat kampus itu biasanya permasalahannya di bagian administrasi, kan syarat pendaftaran peserta minimal IPK nya dua koma tujuh, nah itu ada pemalsuan ipk gitu. Mangkanya itu, setidaknya saya ingin jadi bagian dari orang orang yang bisa mengamankan suara tersebut meski itu lingkupnya baru kecamatan,”tuturnya.

Sementara itu, Ketua KPU Kota Malang, Aminah Asminingtyas mengatakan jika pada pelantikan dari 25 petugas PPK tersebut terdapat dua srikandi dari Kecamatan Lowokwaru dan Kecamatan Blimbing.

Sedangkan dikatakannya, ketentuan dari KPU Pusat mengatakan keiikutsertaan perempuan dalam pemilu tertuang sebanyak 30% dari jumlah yang ada.

“Kebetulan ada dua srikandi, di kecamatan Lowokwaru dan kecamatan Blimbing. Itu semua bisa diidentifikasi, jadi berjalan sesuai dengan tupoksi dan tahapannya. Itu ada memperhatikan komposisi tiga puluh persen. Jadi tidak ada keharusan, artinya harus ada upaya untuk merekrut perempuan,” tutur Aminah seusai pelantikan pada Rabu (4/01/2023).

Menganggapi kampanye hitam, Aminah mengatakan setelah dilakukan pelantikan PPK selanjutnya panitia akan diberikan bimbingan teknis serta orientasi tugas yang didalamnya terdapat pembelajaran terkait kampanye hitam.

“Mereka akan diberikan pelajaran mengenai kampanye hitam. Melalui pengayaan bimtek ini. Jadi kita sampaikan dengan bekerjasama dengan berbagai pihak,” jelasya.

Sebagai informasi, Wali Kota Malang, Sutiaji telah melantik 25 petugas PPK KPU Kota Malang pemilu 2024. Terdapat 2 keterwakilan perempuan dari 25 panitia tersebut. Sementara itu, pelantikan tersebut dilaksanakan pada Rabu (4/01/2022) di Hotel Pelangi Kota Malang.

(ptu/bob)

Exit mobile version