Kota Malang, blok-a.com – Pemkot Malang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang meniadakan mudik gratis pada tahun 2025 ini.
Peniadaan mudik gratis ini imbas dari adanya kebijakan efisiensi anggaran sesuai Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025.
Biasanya mudik gratis ini selalu rutin diagendakan setiap tahun menjelang Hari Raya Idul Fitri atau lebaran. Terakhir, 2024 lalu Dishub Kota Malang menggunakan 10 bus untuk mengantar warga mudik gratis.
Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra menjelaskan, mudik gratis ini tidak ada karena tidak masuk dalam plot anggaran Dishub Kota Malang pada tahun ini.
“Sejak awal 2025 memang tidak dianggarkan untuk menyediakan mudik gratis,” tuturnya.
Anggaran di tahun 2025 ini, kata Widjaja, Dishub Kota Malang lebih memprioritaskan untuk penataan dan pembangunan parkir Kayutangan.
Contohnya ialah yang akhir-akhir ini ramai diperbincangkan, yakni pembelian lahan bangunan di Koridor Kayutangan Heritage atau Jalan Basuki Rahmat. Lahan bangunan yang bakal jadi sentra parkir Kayutangan Heritage itu dibeli dengan anggaran Rp 25 miliar.
Selain itu, Dishub Kota Malang juga sedang melakukan eksisting lahan dengan membangun bangunan vertikal untuk kendaraan wisatawan di bagian lokasi tersebut.
Nantinya, bangunan itu akan terkoneksi dengan parkir vertikal di eks kantor DLH Kota Malang.
“Tidak ada penggeseran anggaran memang dari awal tidak ada pelaksanaan mudik gratis. Jadi kita fokus parkir seperti di Kayutangan itu,” kata dia.
Meskipun tidak ada tahun ini, Widjaja tidak menutup kemungkinan program mudik gratis bakal dilaksanakan lagi di tahun 2026.
“Mudah-mudahan (mudik gratis) ada untuk tahun depan, kami akan mengatur lagi,” kata dia.
Dia juga mempersilahkan dan mendukung jika ada instansi lain ataupun pihak swasta yang menggelar program mudik gratis pada lebaran kali ini.
“Kalau memang ada dari swasta ya silahkan, kami dukung,” tutupnya. (bob)









