Jelang 100 Hari Nawakarsa, Pemkab Gresik Gaspol Layanan Publik dan Ekonomi Kerakyatan

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Wakil Bupati Asluchul Alif.(Istimewa)
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Wakil Bupati Asluchul Alif.(Istimewa)

Gresik, blok-a.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik terus tancap gas mewujudkan Gresik Baru yang Lebih Maju lewat Program 100 Hari Nawakarsa. Program ini menjadi gebrakan awal Bupati Fandi Akhmad Yani dan Wakil Bupati Asluchul Alif di awal tahun 2025.

Bukan sebatas slogan, program ini menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Mulai dari digitalisasi layanan publik, bantuan sosial, dukungan untuk UMKM, hingga pembangunan infrastruktur dan peningkatan layanan kesehatan.

“100 hari ini bukan tentang cepat-cepat mengklaim keberhasilan. Ini tentang membuktikan bahwa pemerintah hadir dengan nurani dan niat baik,” tegas Wabup Alif.

Langkah awal dilakukan lewat reformasi sistem birokrasi. Sebanyak 46 OPD diintegrasikan dalam Gresik Integrated Smart System demi pelayanan yang cepat dan efisien. Program-program seperti PAK DALANG KEPASAR dan kolaborasi SIGAP jadi wajah nyata birokrasi jemput bola.

Di sisi perlindungan sosial, ribuan paket sembako disalurkan untuk nelayan, janda miskin, guru ngaji, dan penyandang disabilitas. Ada juga program PKH Inklusif serta bantuan langsung untuk anak yatim.

UMKM tak luput dari perhatian. Program Bela Beli memfasilitasi legalitas usaha, sertifikasi, hingga pendaftaran merek. Di sektor pertanian, bantuan benih dan pupuk disalurkan untuk petani terdampak banjir melalui strategi Gresik Agropolitan.

Pemkab Gresik juga menggelontorkan insentif untuk lebih dari 4.000 guru swasta dan beasiswa untuk mahasiswa berprestasi. Program HTM (Hatiku Padamu) bahkan menyediakan layanan antar-jemput bagi 100 siswa disabilitas.

Di bidang kesehatan, diluncurkan Rumah Sakit Gresik Sehati (RSGS), akreditasi faskes diperkuat, dan lebih dari 6.100 pasien TBC berhasil disaring hingga melebihi target. Program GUS untuk penanganan stunting juga digulirkan dengan pendampingan langsung pada 171 balita.

Normalisasi Kali Lamong sepanjang 3,1 km, perbaikan tanggul di tujuh titik, serta pembangunan jalan tematik berbahan beton juga mulai dijalankan.

Tak ketinggalan, pelestarian lingkungan pesisir digencarkan lewat pembangunan Pasar Apung, edukasi mangrove, dan penanaman ribuan pohon.

Lewat program Gresik Gema Karya, puluhan perusahaan ikut serta dalam kanal Gresik Kerja. Pelatihan bersertifikat dan job fair mini sudah digelar untuk dorong penyerapan tenaga kerja lokal.

Program 100 Hari Nawakarsa jadi pembuktian awal bahwa Pemkab Gresik serius menjalankan pemerintahan berbasis empati dan aksi nyata.

Dari reformasi birokrasi hingga gotong royong sosial, Gresik kini hadir dengan wajah baru, yakni muda, tanggap, dan berpihak pada rakyat.(ivn/lio)

Exit mobile version