Jember, blok-a.com – Bupati Jember, Muhammad Fawait, siap bersinergi dengan DPRD dalam menyukseskan dua Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) inisiatif yang dibahas dalam rapat paripurna DPRD Jember, Senin (23/6/2025).
Dalam kesempatan tersebut, dia juga menyoroti pentingnya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tanpa membebani masyarakat kecil.
“Pemkab dalam hal ini eksekutif siap bersinergi dan menyukseskan usulan dari Raperda yang diinisiasi oleh DPRD Kabupaten Jember,” ujar Gus Fawait dalam forum paripurna yang membahas tanggapan eksekutif terhadap pandangan fraksi DPRD.
Dua Raperda inisiatif yang dimaksud berkaitan dengan pendidikan, termasuk pendidikan wawasan kebangsaan dan program pengentasan kemiskinan melalui jalur pendidikan.
Menurut Gus Fawait, langkah legislatif itu sejalan dengan visi eksekutif dalam membangun generasi muda Jember yang berkarakter.
“Raperda usulan itu sebetulnya adalah semangat dari eksekutif maupun legislatif untuk membuat terobosan-terobosan baru untuk pembangunan Kabupaten Jember,” ujarnya.
Gus Fawait juga menyampaikan bahwa perhatian terhadap dunia pesantren dan santri tetap menjadi prioritas dalam arah kebijakan daerah.
Bahkan, pembangunan dan penguatan pesantren akan dimasukkan dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
“Saya ini orang pesantren dan tidak mungkin meninggalkan pesantren, karena pesantren menjadi prioritas juga. Beasiswa santri kami prioritaskan,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, dia juga merespons masukan fraksi terkait belum optimalnya capaian PAD Jember.
Dia mengakui realitas tersebut, tetapi menekankan bahwa solusi peningkatan PAD tidak boleh membebani rakyat kecil.
“Kalau di provinsi PAD itu selalu melampaui, sedangkan Jember tidak pernah melampaui. Itu menjadi PR kita bersama, tidak dalam konteks menyalahkan pemerintah sebelumnya tetapi menjadi PR kita semua,” jelasnya.
Dia menargetkan peningkatan signifikan PAD pada tahun 2026, saat masa pemerintahannya berjalan secara penuh, dengan menyusun strategi bersama legislatif dan melibatkan seluruh perangkat daerah.
“Karena bagaimanapun saya ini di pemerintahan yang baru utuhnya di tahun 2026 sampai 2030, sehingga hari ini tahun 2025 bersama DPRD Jember menyusun target dan bagaimana mencapai target tersebut,” kata dia.
Gus Fawait bahkan mewacanakan evaluasi rutin setiap tiga hingga empat bulan untuk memantau progres pencapaian target PAD.
Namun, dia menegaskan bahwa langkah optimalisasi itu tidak boleh menyasar rakyat kecil.
“Jangan sampai hal-hal seperti retribusi pasar dan sebagainya terus dinaikkan, itu tidak boleh. Masih banyak potensi lainnya yang bisa kita optimalkan, tidak harus meningkatkan pajak untuk rakyat kecil,” pungkasnya.(sup)




