Gelar Senam Sehat, Pemkot Malang Ajak Pelajar Bersama Lawan Bullying

Senam sehat di Stadion Gajayana Kota Malang. (Blok-a.com / Putu Ayu Pratama S)
Senam sehat di Stadion Gajayana Kota Malang. (Blok-a.com / Putu Ayu Pratama S)

Kota Malang, blok-A.com – Memperingati HUT PGRI ke 77, Hari Guru dan Hari Anti Korupsi Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang menggelar senam sehat di Stadion Gajayana, Sabtu (26/11/2022).

Senam sehat tersebut diikuti oleh ribuan tenaga pendidikan dan ribuan siswa – siswi yang tersebar di Kota Malang.

Hal tersebut bertujuan untuk membentuk komunikasi antara Pemkot antara tenaga pendidik dan siswa siswi Kota Malang.

Tak hanya itu, komunikasi antar keduanya juga bertujuan untuk mengajak para pelajar berperang melawan bullying yang sedang marak terjadi.

Kepala Disdikbud Kota Malang, Suwarjana, memaparkan dalam peringatan ini ada beberapa rangkaian acara diantaranya yakni doa bersama, senam sehat, lomba lomba dan akan ada seminar anti bullying di hari Senin mendatang.

“Seminar itu nanti ada Pak Wali sebagai Keynote Speakernya. Topik seminarnya adalah anti bullying, karena kita tahu saat ini kan bullying sedang marak,” tutur Suwarjana pada Sabtu (26/11/2022).

Selain itu, dirinya juga berharap dengan kegiatan tersebut dapat menjadi bentuk intropeksi diri, dan menanamkan kejujuran pada siswa. Sebab, gelaran tersebut juga dalam peringatan Hari Anti Korupsi Pemkot Malang 2022.

“Kita menanamkan kejujuran kepada anak-anak kita. Kemarin rencananya tidak kita hadirkan (siswa) tapi kita hadirkan untuk menangkal sejak dini atas perbuatan yang tidak jujur,” katanya.

Lebih lanjut, acara yang sempat vakum selama dua tahun pandemi ini juga sebagai bentuk penerapan kejujuran, serta berinovasi pada siswa. Agar para siswa bisa lebih terdorong untuk belajar, terlebih sistem pembelajaran yang diterapkan yakni Merdeka Belajar.

“Metode pembelajaran itu bukan hanya melalui buku, tapi dimanapun adalah sebuah sumber bahan ajar. Yang jelas, sekarang ini kita juga sudah memberlakukan kantin kejujuran. Kemudian pembelajaran sekarang sudah merdeka belajar, dan bukan anak yang mengikuti guru, tapi guru yang mengikuti anak,” imbuhnya.

Terpisah, Wali Kota Malang, Sutiaji berharap untuk kedepannya melalui gelaran ini, para tenaga didik bisa lebih menggali potensi para siswa.

Terlebih, dengan menerapkan metode pembelajaran Merdeka Belajar.

“Jangan sampai ada doktrin guru yang menjudge anak bahwa kamu nggak bisa. Karena sebenernya merdeka belajar itu menggali potensi anak. Saya ucapkan dirgahayu untuk para guru, dan terima kasih untuk jasa-jasanya,” ucap Sutiaji.(ptu/lio)

Kirim pesan
Butuh bantuan?
Hai, apa kabar?
Apa yang bisa kami bantu?