Bupati Ipuk Sampaikan Pidato Perdana di Rapat Paripurna DPRD Banyuwangi

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat menyampaikan pidato perdananya dalam rapat paripurna di gedung DPRD Banyuwangi, Rabu (5/2/2025).
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat menyampaikan pidato perdananya dalam rapat paripurna di gedung DPRD Banyuwangi, Rabu (5/2/2025).

Banyuwangi, blok-a.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Banyuwangi menggelar rapat paripurna dengan agenda penyampaian pidato sambutan Bupati Banyuwangi Masa Jabatan 2025-2030, Rabu (5/2/2025).

Dalam rapat tersebut, Bupati Ipuk Fiestiandani, didampingi Wakil Bupati Mujiono, menyampaikan pidato perdana setelah resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto. Sebelumnya, keduanya juga mengikuti pembekalan atau retreat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Akademi Militer (Akmil) Magelang.

Rapat paripurna dipimpin oleh Ketua DPRD, I Made Cahyana Negara didampingi Wakil Ketua DPRD, Michael Edy Hariyanto, serta diikuti anggota dewan lintas fraksi. Turut hadir pula jajaran Forum Pimpinan Daerah (Forpimda), mantan Wakil Bupati Banyuwangi H. Sugirah, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat, serta lurah dan kepala desa se-Banyuwangi.

Dalam pidato perdananya, Bupati Ipuk Fiestiandani menyampaikan, bahwa saat ini Banyuwangi berada di titik yang sangat menentukan dalam perjalanan menuju masa depan yang lebih baik.

“Kita sudah melewati masa sulit bersama, Covid-19 yang lalu betul-betul membawa kita pada keterpurukan kesehatan, ekonomi dan mental. Namun kita bersama memilih untuk bangkit, memulihkan bersama-sama, rebound kembali,” ujarnya di hadapan peserta rapat paripurna.

Selama 3,5 tahun, lanjut Ipuk, Banyuwangi terus bisa berbenah sehingga berbagai program pemulihan membuahkan hasil diantaranya:
– Angka kemiskinan turun menjadi 6,54 persen, bahkan lebih rendah dibanding sebelum pandemi. Sementara tingkat pengangguran berhasil ditekan hingga 4,03 persen pada tahun 2024.
– Pendapatan per kapita masyarakat meningkat menjadi Rp62,09 juta, lebih tinggi dibandingkan daerah sekitar. Hal ini menunjukkan bahwa perekonomian Banyuwangi terus bergerak ke arah yang lebih baik.
– Di sektor pendidikan, 5.911 pelajar mendapatkan bantuan pendidikan, sementara 833 mahasiswa menerima beasiswa Banyuwangi Cerdas agar bisa melanjutkan ke perguruan tinggi. Dan bantuan lainya yang mampu mengungkit perekonomian masyarakat.

“Kami menyadari betul, membenahi Banyuwangi tidak bisa sedikit orang, sebagian orang apalagi sendirian. Kita harus bersama-sama, mengupayakan bersama dan keberhasilannya untuk semua. Oleh karena itu dengan semangat ‘Maju Bersama Untuk Semua’,” paparnya.

Bupati Ipuk menekankan bahwa Banyuwangi harus terus berkembang agar memiliki daya saing di tingkat nasional maupun internasional.

“Banyuwangi telah menjadi pusat aglomerasi ekonomi baru di Jawa Timur. Dengan keunggulan sumber daya alam, kita berpotensi besar untuk bersaing di tingkat nasional dan global,” paparnya.

Banyuwangi memiliki potensi besar di berbagai sektor, mulai dari pariwisata kelas dunia, pertanian, kemaritiman, hingga UMKM yang terus tumbuh pesat. Kreativitas anak muda di bidang ekonomi kreatif juga semakin berkembang, menjadikan Banyuwangi sebagai salah satu pusat inovasi di Jawa Timur.

“Kami meyakini, Banyuwangi memiliki daya saing global. Kuncinya adalah menemukan pengungkit yang tepat—infrastruktur yang mantap, investasi yang meningkat, serta birokrasi yang transparan dan efisien,” tandasnya.

Untuk periode 2025-2030, Ipuk telah menyiapkan program prioritas dan prioritas pembangunan cepat atau quick win. Setidaknya ada tiga prioritas, yakni prioritas utama yang berfokus pada akselerasi pengentasan kemiskinan. Kemudian prioritas wajib yang mencakup program pendidikan dan kesehatan yang berkualitas dan merata.

“Ketiga adalah prioritas pengungkit, dengan penguatan sektor unggulan rakyat, mempercepat pemerataan infrastruktur dasar, sosial, ekonomi dan kelestarian lingkungan hidup, mempercepat digitalisasi layanan publik dan ASN berbudidaya kerja BerAKHLAK,” beber Ipuk.

Ipuk akan memperkuat akses pendidikan dengan beasiswa kuliah untuk 1.000 mahasiswa dan program zero drop out bagi pelajar. Selain itu, Pemkab akan membangun Institut Seni Indonesia untuk mencetak talenta kreatif.

“Di bidang kesehatan, Banyuwangi menargetkan jaminan kesehatan untuk seluruh penduduk, pembangunan rumah sakit di wilayah selatan, serta pusat jantung dan stroke di RSUD Blambangan untuk menangani penyakit tidak menular,” kata Ipuk.

Pembangunan infrastruktur akan diperkuat dengan penyelesaian Jalan Lintas Timur (JLT) dan Jalan Lintas Selatan (Pansela), serta peningkatan 518 ruas jalan kabupaten guna memperlancar distribusi ekonomi.

Untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Pemkab akan memperbaiki 10.000 rumah tidak layak huni (RTLH), membangun 30.000 titik lampu penerangan jalan umum (LPJU), serta mempercepat pembangunan TPA Wongsorejo dan TPST Karetan.

Program revitalisasi juga menjadi prioritas, termasuk pembangunan Pasar Banyuwangi dan revitalisasi kawasan Inggrisan sebagai pusat ekonomi dan sejarah daerah.

Program digitalisasi layanan publik juga dipercepat guna memastikan birokrasi yang lebih efisien, transparan, dan mudah diakses oleh masyarakat.

Langkah strategis Banyuwangi ini selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, termasuk target pertumbuhan ekonomi 8 persen dan pengentasan kemiskinan menjadi 4,5 persen.

“Visi, misi, sasaran pembangunan, dan quick win yang telah kami sampaikan adalah wujud dari tekad kami untuk membawa Banyuwangi menuju masa depan yang lebih baik. Kami percaya bahwa dengan kerja keras, gotong royong, dan dukungan dari seluruh masyarakat, kita bisa mencapai tujuan besar ini,” pungkas Bupati Ipuk. (kur/lio)

 

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com