Kota Malang, blok-a.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang akan menyiapkan lahan seluas lebih dari delapan hektare di wilayah Kecamatan Kedungkandang sebagai lokasi pembangunan fasilitas Sekolah Rakyat.
Program ini ditujukan untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang, Erik Setyo Santoso, menyebut lahan tersebut berada di sebelah GOR Ken Arok dan telah ditinjau langsung oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum, Mohammad Zainal Fatah.
“Lokasi delapan koma sekian hektare itu sangat ideal. Sudah dilihat beliau (Sekjen Kementerian PU) dan cocok untuk pembangunan Sekolah Rakyat,” kata Erik, Senin (6/5/2025).
Dijelaskan Erik, pembangunan sekolah ini akan mengusung konsep boarding school atau sekolah berasrama, lengkap dengan sarana dan prasarana penunjang aktivitas pelajar.
Seluruh proses pembangunan di atas lahan baru itu akan dibiayai menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan ditargetkan mulai berjalan pada 2026.
“Kalau lahan baru, melihat mekanisme saat ini, kemungkinan pembangunan fisik mulai 2026. Desain standarnya sudah siap,” imbuhnya.
Sembari menunggu pembangunan rampung, Pemkot Malang juga menyiapkan gedung eks Politeknik Kota Malang (Poltekom) sebagai lokasi sementara kegiatan belajar Sekolah Rakyat.
Gedung tersebut akan digunakan untuk menampung sebanyak 100 pelajar yang dibagi dalam empat rombongan belajar (rombel), masing-masing berisi 25 siswa dari jenjang SD dan SMP.
“Sekarang sedang diverifikasi oleh Dinas Sosial. Calon siswa adalah anak-anak dari keluarga miskin ekstrem yang masuk dalam desil satu dan dua,” jelas Erik.
Ia menambahkan bahwa optimalisasi gedung eksisting seperti eks Poltekom merupakan langkah strategis agar program Sekolah Rakyat dapat segera dimulai, sejalan dengan program prioritas Kementerian Sosial.
“Urgensi program ini adalah memastikan pendidikan layak dan merata bagi anak-anak dari keluarga miskin. Jadi lokasi dengan bangunan yang sudah ada akan dioptimalkan lebih dulu,” tutup Erik. (yog/lio)




