Kota Malang, blok-a.com – Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) akan memfasilitasi pembangunan gedung eks Politeknik Kota Malang (Poltekom) sebagai lokasi Sekolah Rakyat. Menyusul kunjungan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian PUPR, Mohammad Zainal Fatah, pada Minggu (4/5/2025) lalu.
Kepala DPUPRPKP Kota Malang, Dandung Djulhardjanto, menjelaskan bahwa pembangunan dan perbaikan gedung tersebut sepenuhnya dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pemkot Malang dalam hal ini hanya berperan sebagai pihak penyedia fasilitas.
“Anggarannya semua dari pusat, perencanaannya dari pusat, pelaksananya dari pusat. Kota Malang hanya ketempatan saja,” kata Dandung, Senin (5/5/2025).
Dandung menerangkan, gedung eks Poltekom ini dibangun bukan dikonstruksikan sebagai boarding school atau asrama sekolah. Sehingga, menurutnya perlu ada beberapa perbaikan untuk menyesuaikan dengan program sekolah rakyat.
“Beliau (Sekjen PU, Zainal) menyatakan kalau itu siap. Tapi ya tetap perlu pembenahan, perlu perbaikan, penyesuaian. Kalau boarding school perlu asrama, sehingga perlu dilakukan penyesuaian terhadap beberapa fasilitas,” terangnya.
Dandung mengungkapkan, pembangunan tersebut akan dikerjakan oleh satuan kerja yang dibentuk melalui pemerintah provinsi.
Pengerjaan perbaikan di gedung ini ditargetkan akan rampung bulan Juni 2025 mendatang atau jelang pembukaan ajaran baru bagi siswa dan siswi.
“Pengerjaannya mulai saat ini ya. Kan tahun ajaran barunya di Juli ya, jadi Juni itu harus sudah selesai. Yang kerjakan dari pusat melalui satuan kerja. Kita hanya kita menyediakan fasilitasnya,” bebernya.
Disinggung terkait dengan pembangunan sekolah rakyat yang rencananya akan dilakukan di kawasan Jalan Mayjend Sungkono, Kecamatan Kedungkandang, Dandung belum bisa berkomentar lebih lanjut. Ia menyebut pihaknya masih menunggu arahan dari pemerintah pusat.
“Iya rencananya, tapi kan dari Kementerian PU sendiri kan juga masih mengusulkan kepada Kementerian Sosial, jadi belum bisa berkomentar begitu. Fokusnya di Poltekom. Sehingga sesuai harapan Presiden ya, di tahun ajaran baru ini sudah bisa running, sudah bisa mulai,” pungkasnya. (yog/lio)



