Kota Malang, blok-A.com – Pemerintah Kota Malang ikuti Virtual Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi bersama Kementrian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi pada, Selasa (30/08/2022).
Pengendalian inflasi yang disampaikan oleh Mentri Koordinasi Bidang Kemaritiman dan Investasi tersebut dipaparkan oleh Wakil Walikota Malang, Sofyan Edi Jarwoko. Dalam pemaparannya, pria yang dikenal dengan panggilan Bung Edi ini mengatakan pengendalian inflasi yang dilakukan oleh Menko Marves merupakan bentuk tindak lanjut dari Rakernas yang disampaikan oleh Presiden RI Jokowidodo.
Bung Edi mengatakan dalam Rakor yang telah diikuti, Menko Marves menyampaikan masalah pengendalian inflasi menjadi prioritas pertama dan diharapkan adanya pengaktifan kembali tim pengendalu inflasi daerah yang sudah dibentuk. Dengan demikian harapannya bisa melakukan langkah langkah pengendalian inflasi sesuai target nasional.
“Ditingkat nasional kan diharapkan bisa terkendali dan itu berangkat dari kota kabupaten maupun provinsi,” papar Bung Edi.
Dalam penjelasan Menko Marves, Bung Edi juga mengatakan perlu adanya gerakan urban farming dan hemat BBM
“Artinya betul betul ada upaya untuk hemat dan disiplin dalam menggunakan anggaran, supaya betul betul bisa terkendali,”
Menurut Bung Edi aspek yang menjadi pemicu inflasi salah satunya krisis ekonomi global, krisis kesehatan dari pandemi, serta krisis rusia dan ukrain serta iklim yang tak tau kapan akan berakhir. Oleh sebab itu perlu adanya langkah langkah gerakan hemat BBM serta disiplin anggaran.
Dalam hal ini Bung Edi juga menyinggung terkait gerakan hemat BBM harus diikuti oleh seluruh stake holder pemerintah kabupaten Kota termasuk penertiban terkait BBM harus dilakukan.
“BBM yang untuk rakyat ya harus sampai tepat sasaran, jangan untuk rakyat malah untuk industri,” ucap Bung Edi.
Diakhir Bung Edi menyampaikan upaya Pemkot untuk menekan inflasi akan mengadakan oprasi pasar di 63 titik oprasi pasar dan gerakan urban farming yang sudah bergerak akan ditingkatkan kembali.
“Insyaallah akan ada 63 titik oprasi pasar dan urban farming yang akan lebih ditingkatkan kembali untuk pengendalian inflasi,” pungkasnya. (mg2/bob)




