blok-A.com – Warga Kelurahan Wonokoyo, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang kecewa terkait pelayanan PDAM Kota Malang karena banyaknya permasalahan air yang dialami. Permasalahan tersebut diantaranya adalah air keruh dan air mati.
Mati dan keruhnya air tersebut mengakibatkan aktivitas warga menjadi terganggu dan warga pun kebingungan karena air yang mengalir tidak bisa dimanfaatkan untuk mandi dan memenuhi kebutuhan rumah tangga lainnya.
Tak berhenti sampai situ, masih banyak permasalahan yang dikeluhkan oleh warga terkait pelayanan yang diberikan PDAM Kota Malang. Apa sajakah itu? Simak fakta-fakta mengenai pelayanan PDAM Kota Malang blok-A.com merangkumnya sebagi berikut:
Salah satu keluhan warga terhadap pelayanan PDAM Kota Malang adalah bocornya pipa air yang menyebabkan air tak mengalir selama tujuh hari terhitung mulai dari tanggal 6 hingga 12 Agustus 2022.
Hal tersebut membuat warga kecewa hingga melakukan protes di media sosial. Sejumlah warga memampang status Whatsappnya dengan sindirian ke PDAM Kota Malang.
Status tersebut berupa gambar dan seolah-olah seperti gambar berduka yang bertuliskan “MEMPERINGATI 7 HARINYA KEMATIAN AIR DI RUMAH KAMI Alm. Ora Mili Blas Mulai mati: 6 – 12 Agustus 2022”

Tak sedikit pula warga yang mengeluhkan soal harga air PDAM yang semakin mahal namun tak mengalami perkembangan, melainkan menimbulkan permasalahan yang sangat merugikan.
Akibat dari matinya air selama beberapa hari tersebut, warga dari empat RW di Kelurahan Wonokoyo pun nekat untuk mencari air ke sungai yang kotor, yaitu sungai kalisari.
Beberapa warga rela berjalan turun dari rumahnya ke sungai tersebut. Ada yang memang mandi di sungai itu ada yang sekadar membawa jurigen untuk kebutuhan sehari-hari.

Kondisi air sungai pun sebenarnya tidak layak untuk dijadikan kebutuhan sehari-hari karena memiliki air yang keruh serta terdapat beberapa sampah yang ikut hanyut dalam aliran sungai.
Sebagai bentuk rasa empati kepada warga yang terdampak, PDAM Kota Malang menyalurkan sumbangan berupa tangki air bersih yang difungsikan untuk membantu mencukupi kebutuhan air bersih warga Wonokoyo.
Namun beberapa warga mengatakan bahwa sumbangan tangki air dari PDAM Kota Malang tidaklah cukup untuk memenuhi kebutuhan warga Wonokoyo yang berjumlah ribuan penduduk.

Karena dianggap tidak bertanggung jawab atas pengambilan air di daerah Sumberpitu Desa Duwet Krajan, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang. Akses tandon PDAM Kota Malang ditutup oleh sekelompok warga dan petani setempat.
Ketua Tim Advokasi Forum Penyelamat Sumber Pitu, Zulham Mubarak menjelaskan, penyegalan ini didasari atas tidak dipenuhinya komitmen dari PDAM Kota Malang, PDAM Kabupaten Malang, dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas.
Komitmen itu adalah salah satunya membangun jaringan air dan embung bagi petani sekitar.
Zulham juga menuturkan, selama ini PDAM Kota Malang tidak membayar retribusi padahal selama ini menggunakan air dari wilayah Kabupaten Malang. PDAM Kota Malang pun, sebut Zulham, mengkomersialkan air tersebut.
Penyegelan itu pun dilakukan bersama puluhan orang dan petani. Terlihat, puluhan warga membawa gembok dan rantai menuju pintu tandon. Setelah itu, mereka menggembok pagar. (hen/bob)










Balas