blok-a.com – Memasuki bulan Agustus, bulan yang berarti bagi seluruh warga Indonesia. Pasalnya pada bulan ini terjadi peristiwa penting yaitu Proklamasi Kemerdekaan dimana masyarakat Indonesia terbebas dari penjajahan Jepang.
Namun dua hari sebelum Proklamasi suasana Jakarta sangat tegang dan penuh kesibukan. Sejumlah pemuda yang diantaranya Soekarni, Wikana dan Chaerul Saleh mendatangi rumah Soekarno untuk mendesak Bung Karno agar segera memproklamasikan kemerdekaan pada hari itu juga.
Namun Bung Karno menolak desakan para pemuda itu, hal tersebut dikarenakan Bung Karno telah merencanakan tanggal yang tepat untuk membacakan proklamasi. Mendengar penolakan Bung Karno, para pemuda pun memutuskan untuk mengasingkan Bung Karno dan Bung Hatta ke Rengasdengklok untuk menghindari intervensi dari Jepang.
Alasan Bung Karno menolak tegas permintaan para pemuda dikarenakan beliau adalah orang yang percaya akan hal mistik. Bung Karno percaya bahwa tanggal 17 merupakan tanggal yang suci dan penuh makna.
“Saya orang yang percaya pada mistik. Saya tidak dapat menerangkan dengan pertimbangan akal, tidak dapat menjelaskan mengapa tanggal 17 lebih memberi harapan kepadaku,” kata Bung Karno.
Berikut makna-makna yang disampaikan Bung Karno mengenai pemilihan tanggal 17 Agustus sebagai hari Proklamasi kemerdekaan :
- 17 merupakan angka keramat dan suci.
- Bertepatan dengan bulan suci Ramadhan, hari itu (tanggal 17 Agustus) adalah hari jum’at legi, jumat manis, jumat suci dan tanggal 17 Ramadhan.
- Tanggal 17 Ramadhan merupakan hari penurunan Al-Qur’an.
- Orang Islam sembahyang 17 rakaat dalam sehari.
- Nabi Muhammad SAW memerintahkan 17 rakaat, karena kesucian dari angka 17, bukan buatan manusia.
Akhirnya Setelah tiba di Jakarta dari Rengasdengklok pada tanggal 17 Agustus 1945 dini hari, pembacaan proklamasi akhirnya dilakukan di rumah Soekarno di Jalan Pegangsaan Timur No.56 Jakarta pada pukul 10 pagi.
Sebagai informasi, sudah sejak zaman dahulu masyarakat jawa memang kerap mengaitkan suatu hal kedalam hal mistik. Bahkan hingga sekarang peninggalan para leluhur berupa hitungan-hitungan, prediksi, tata cara, dan perlambang, masih digunakan oleh masyarakat umum.
Hal tersebut dilakukan bukan tanpa sebab, tapi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dan dapat dipercaya bahwa memilih tanggal yang tepat akan membawa keberuntungan dalam hidup. (hen)




