Kabupaten Malang, blok-a.com – Setelah sempat nonaktif karena menjalani sanksi, Wiyanto Wijoyo resmi kembali duduk di kursi Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang. Ia dilantik dan melaksanakan sumpah jabatan secara langsung di Pendopo Agung, Kamis (25/9/2025).
Wiyanto menegaskan siap tancap gas menjalankan program prioritas yang sudah menunggu.
“Karena hukuman saya sudah selesai atas pertimbangan dan kemurahan hati Bupati, saya diberi kepercayaan kembali menjadi Kepala Dinas Kesehatan. Tugas saya sekarang melanjutkan pembangunan kesehatan di Kabupaten Malang,” kata Wiyanto.
Program mendesak yang langsung menjadi sorotan adalah penurunan angka stunting. Masalah ini memang masih menjadi pekerjaan rumah serius di Kabupaten Malang. Wiyanto mengaku akan segera mengkoordinasikan timnya agar target penurunan stunting bisa tercapai sesuai arahan Bupati.
Salah satu program yang akan dilaksanakan yakni Rembuk Stunting. Menurutnya, program yang dijalankan bersama Dinas Sosial ini memperbesar daya ungkit untuk kader dalam menekan angka stunting di Kabupaten Malang.
“Peran dari Posyandu harus kita maksimalkan, jangan cuma ditimbang, setelah itu harus ditindaklanjuti apabila ditemukan indikasi stunting,” tambahnya.
Wiyanto menerangkan, program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) nantinya bisa dilakukan melalui Puskesmas dan Desa untuk menekan angka stunting itu. Ia akan bergerak cepat untuk segera mengatasi persoalan stunting khususnya di Kabupaten Malang.
“Biasanya stunting ini Oktober-November akan disurvei dari badan gizi, turun ke desa dan kecamatan, menentukan besar kecilnya di masing-masing. Secara sample pun cukup representative. Kita kawal itu, supaya survei sesuai dengan kriteria,” jelasnya.
Sebagai informasi, pada Februari 2025, Dinkes Kabupaten Malang mencatat 9.829 anak terindikasi stunting, yang berarti 6,26 persen dari 156.948 anak yang diukur pada periode tersebut. Angka ini menunjukkan kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya yakni sebanyak 9.515 anak atau 6,14 persen dari 154.591 anak. (yog/bob)




