Mojokerto, Blok-a.com – Perum Bulog Kantor Cabang Mojokerto bersama Pemerintah Kabupaten Mojokerto dan Pemerintah Desa Gunungan menggelar Operasi Pasar melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) di Balai Desa Gunungan, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, Rabu (29/7/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas harga pangan sekaligus memastikan masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah merupakan tindak lanjut arahan Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Tomsi Tohir. Arahan tersebut sebelumnya disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi secara hybrid dari Kantor Kemendagri, Jakarta, Senin (27/7/2026).
Selain soal pangan, rapat koordinasi juga membahas tentang kelancaran distribusi bahan bakar minyak (BBM). Serta evaluasi dukungan pemerintah daerah terhadap Program 3 Juta Rumah.
Dalam rapat tersebut, Tomsi meminta pemerintah daerah kembali menggiatkan Gerakan Pangan Murah secara masif sebagaimana yang pernah dilakukan sebelumnya karena terbukti mampu menekan kenaikan harga sejumlah komoditas pangan.
“Apakah tidak bisa kita lakukan Gerakan Pangan Murah yang masif seperti yang dulu lagi,” ujar Tomsi.
Berdasarkan data pekan keempat Juli 2026, tekanan inflasi harga beras terjadi di 152 kabupaten/kota. Sedangkan harga minyak goreng mengalami kenaikan di 109 kabupaten/kota.
Di samping itu, Kemendagri juga menyoroti tingginya disparitas harga bawang putih dari distributor hingga tingkat pengecer sehingga diperlukan pengawasan distribusi yang lebih ketat.
Menindaklanjuti arahan tersebut, Perum Bulog bergerak cepat dengan melaksanakan operasi pasar di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Mojokerto.
Gerakan Pangan Murah Kabupaten Mojokerto
Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Mojokerto, Muhammad Husin, mengatakan Kabupaten Mojokerto hingga saat ini tidak termasuk daerah yang mengalami tekanan inflasi harga beras sebagaimana tercatat dalam data Kemendagri.
“Alhamdulillah Kabupaten Mojokerto tidak termasuk dalam 152 kabupaten/kota yang mengalami inflasi beras. Hal ini menunjukkan ketersediaan stok dan distribusi beras di wilayah Mojokerto masih berjalan dengan baik sehingga harga tetap relatif stabil di tingkat masyarakat,” ujar Muhammad Husin.
Ia menjelaskan, capaian pengadaan gabah dan beras Bulog Cabang Mojokerto sepanjang tahun 2026 juga menunjukkan hasil yang sangat positif. Hingga akhir Juli, Bulog telah menyerap gabah petani sebanyak 149.500 ton gabah kering panen (GKP) atau setara sekitar 76.500 ton beras, bahkan telah melampaui target yang ditetapkan pemerintah.
“Serapan gabah Bulog Mojokerto sudah mencapai sekitar 149.500 ton GKP atau setara 76.500 ton beras. Realisasi tersebut telah mencapai sekitar 106 persen dari target yang diberikan kepada Bulog Cabang Mojokerto. Ini menjadi bukti bahwa produksi pertanian di wilayah kerja kami sangat baik dan dukungan petani terhadap program pemerintah juga sangat tinggi,” jelas Husin.
Dalam pelaksanaan Gerakan Pangan Murah di Desa Gunungan, Bulog menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Untuk komoditas utama, Bulog menyalurkan 1,5 ton beras SPHP kemasan 5 kilogram. Juga 5 dus MinyaKita kemasan 1 liter yang siap dibeli masyarakat.
“Pada kegiatan Gerakan Pangan Murah hari ini kami menyalurkan sebanyak 1,5 ton beras SPHP kemasan 5 kilogram serta lima dus MinyaKita yang masing-masing berisi kemasan satu liter. Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan kegiatan ini untuk memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau sekaligus menjaga stabilitas harga pangan di Kabupaten Mojokerto,” pungkas Muhammad Husin. (Sya)




