Wisudawan Kecewa, Wisuda Online UIN Malang Dinilai Tidak Siap

Wisudawan uin
Audiensi kemarin bersama pimpinan rektoran dan panitia wisuda online UIN Malang dengan pereakilan wisudawan - Foto: istimewa

KOTA MALANG – Sekitar 1600 wisudawan/wisudawati UIN Malang kecewa di acara wisuda UIN Malang periode 2 dan 3 yang dilaksanakan Selasa (17/11). Ada beberapa hal yang melatari kekecewaan wisudawan/wisudawati UIN Malang itu.

Pertama adalah pihak kampus UIN Malang yang dinai mengambil kebijakan tanpa memperhatikan pendapat dari wisudawan/wisudawati.

Koordinator wisudawan/wisudawati S2 UIN Malang, Yazid Bustomi menjelaskan, wisudawan menginginkan wisuda digelar secara offline.

Alasannya cukup jelas. Kata Yazid berdasarkan ujaran dari Wali Kota Malang, Sutiaji, kampus di kota Malang sudah bisa mulai berangsur-angsur untuk menggelar wisuda offline dengan syarat menerapkan protokol kesehatan.

“Tapi pihak kampus tetap kekeuh melakukan wisuda online. Padahal Wali Kota (Malang) sudah meminta pihak kampus untuk diperbolehkan offline tapi tetap saja online,” kata Yazid ke Blok-A, Selasa (17/11).

Tidak hanya itu, Yazid juga heran kepada pihak kampus dan panitia wisuda online. Pasalnya, hasil voting beberapa waktu lalu tidak digunakan sebagai pertimbangan.

https://www.blok-a.com/wisudaonlineuinmalang/

Dari voting SEMA UIN Malang yang digelar beberapa minggu lalu. Dari 1600 wisudawan/wisudawati, 93 persen lebih ingin menggelar wisuda offline. Mereka ingin merasakan mengakhiri kuliah dengan resepsi mengenakan toga dan dilihat langsung oleh wali mereka.

“Tapi tetap saja hasil voting itu tidak pakai pihak kampus. Padahal kami semua menghendaki wisuda offline. Kalau keputusannya sepihak gini terkesan ada yang ditutup-tutupi,” tuturnya.

Terakhir yang membuatnya kecewa adalah persiapan panitia wisuda online. Persiapannya dinilai jauh dari kata siap.

Buktinya, toga wisuda hanya ada waktu mengirim satu minggu ke seluruh wisudawan/wisudawati. Tentunya waktu satu minggu itu tidak cukup.

Alhasil, banyak wisudawan dari luar Jawa yang tidak bisa memakai toga. Toga belum sampai ke kampung halaman mereka.

“Dan kemarin itu ada yang menghubungi panitia. Katanya suruh pakai kopiah saja kalau tidak ada toga. Nah meskipun online harusnya memperhatikan persiapan itu. Ini panitia kaya terburu-buru,” tuturnya.

Dengan adanya alasan kecewa tersebut, mahasiwa UIN Malang S2 pun sebagian besar melakukan pemboikotan. Caranya adalah dengan tidak mengikuti wisuda online yang digelar online hari ini Selasa (17/11).

“Dan teman-teman di Magister Ekonomi Syariah sudah sepakat tidak ikut. Dan beberapa teman di magister lain masih mengikuti karena mempertimbangkan keinginan orang tua,” tutupnya.

Exit mobile version