Waspada! Semakin Sering Tambal Ban, Semakin Besar Risiko Celaka

Menambal ban terlalu sering punya dampak buruk
Menambal ban terlalu sering punya dampak buruk

Terlalu Banyak Menambal Ban Bisa Berbahaya. Berapa Batas Maksimalnya?

BLOK A – Tidak ada satu pun dari kita yang menginginkan ban bocor. Satu-satunya cara agar kita bisa kembali melanjutkan perjalanan adalah dengan menambalnya.

Namun, perlu diwaspadai bahwa kita tidak boleh terlalu sering menambal ban. Hal itu bisa membahayakan nyawa kita. Pesan itu disampaikan Rudy Novianto kepada Otodriver yang kemudian dikutip Blok-A pada 14 September 2019.

“Belum ada batasan yang menyebutkan seberapa banyak tambalan boleh dilakukan, akan tetapi perlu diingat bahwa semakin banyak tambalan maka risiko celaka menjadi lebih besar,” terang pria yang berporfesi sebagai Instruktur Sentul Driving Course itu.

Yang harus kita waspadai adalah kehilangan tekanan udara atau bocor halus akan semakin besar terjadi bila jumlah tambalan semakin banyak. Bila dipaksa terus digunakan, akan terjadi kerusakan konstruksi ban terutama jika lokasi tambalan berdekatan.

Memang belum ada jumlah pasti berapa batas maksimal jumlah tambalan. Namun begitu, Rudy menyebutkan sebaiknya tak lebih dari lima kali dengan catatan lokasinya berjauhan. Bila ada dua bekas kebocoran yang jaraknya kurang dari dua sentimeter, maka disarankan untuk mengganti ban dalam.

Maka dari itu, perlu diperhatikan bahwa kita tidak boleh menggunakan ban dengan tambalan yang terlalu banyak demi meminimalisasi kemungkinan bocor halus.

Ini juga sekaligus sebagai pengingat bahwa kita tidak boleh acuh dengan kondisi ban kendaraan kita. Ada baiknya sempatkan untuk memeriksa tekanan angin saat akan mengendarainya, terutama untuk perjalanan jauh.

Exit mobile version