Gresik, blok-a.com – Insiden kebocoran material Perlite dari cerobong pabrik Linde di Desa Roomo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, menyisakan keresahan di tengah masyarakat.
Tak hanya soal dampak paparan debu putih, warga kini mulai menyoroti tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR yang dinilai minim sejak perusahaan berdiri.
Keluhan itu disampaikan langsung oleh perangkat Pemerintah Desa Roomo. Sekretaris Desa Roomo, Zainul, menyebut selama lebih dari dua dekade berdiri di wilayahnya, kontribusi sosial Linde sangat jauh dibandingkan perusahaan lain.
“Setahu saya, sejak Linde berdiri di sini tahun 1998, belum pernah ada program CSR yang layak disebut perhatian, apalagi dibanding perusahaan-perusahaan lain di Desa Roomo,” ujar Zainul kepada blok-a.com, Kamis (31/7/2025).
Menurutnya, selama ini bantuan dari Linde hanya sebatas dua ekor kambing kurban berukuran kecil tiap Idul Adha. Hal itu dianggap tidak mencerminkan bentuk tanggung jawab sosial dari perusahaan sekelas produsen gas industri besar.
“Kami sudah sampaikan saat mediasi Rabu malam kemarin (30/7/2025) di balai desa. Kami minta ada perhatian serius dari Linde terhadap masyarakat sekitar, apalagi kami yang paling berpotensi terdampak kalau insiden seperti kemarin terjadi lagi,” tegas Zainul.
Pihak desa berharap CSR dari Linde ke depan bisa menyasar aspek pendidikan, kesehatan, pembangunan infrastruktur, hingga kesejahteraan sosial warga.
Di lain pihak, Direktur Bumdes Roomo, Zahid Khan, menyampaikan bahwa saat ini pihaknya masih melakukan pendataan kerugian warga yang terdampak insiden kebocoran material Perlite dari coolbox Linde.
“Kami masih menghitung dampak kerugian, baik material maupun non material. Hasilnya nanti akan kami sampaikan ke pihak terkait,” kata Zahid.
Sebelumnya, pihak Linde Gresik melalui Head of SHEQ (Safety, Health, Environment, and Quality) Andita Huda, pada Kamis (31/7/2025) menyatakan telah melakukan klarifikasi resmi.
Linde, kata Andita, siap bertanggung jawab atas dampak kesehatan warga, pembersihan lingkungan, hingga menanggung biaya perawatan medis.
“Kami juga masih melakukan investigasi internal untuk memastikan penyebab tekanan pada coolbox bisa naik. Mesin masih kami hentikan, dan hanya akan dioperasikan kembali setelah kondisi benar-benar aman,” ujar Andita.
Sebagai informasi, pabrik Linde di Manyar, Gresik diketahui telah beroperasi sejak tahun 1998 dan merupakan salah satu pemasok utama gas Oksigen, Nitrogen dan Argon untuk industri di kawasan tersebut.(ivn/lio)









