Wacana Jadi Pengganti Menu MBG, Ini Deretan Serangga yang Bisa Dimakan

Blok-a.com – Menu alternatif Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diisukan akan diganti dengan Serangga belakangan ini menjadi sorotan publik.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menyatakan bahwa serangga dapat dimasukkan ke dalam menu MBG untuk menyesuaikan dengan potensi sumber daya yang ada di masing-masing daerah.

“Jika ada daerah yang sudah terbiasa mengonsumsi serangga, maka serangga bisa menjadi menu di daerah tersebut,” ujar Dadan pada acara Rampinas PIRA di Jakarta, Sabtu (25/1).

Lantas, serangga apa saja yang bisa dimakan? Berikut daftarnya:

Jangkrik (Acheta domesticus)

Jangkrik kaya protein, kalsium, dan nutrisi lainnya, setara dengan daging sapi namun rendah lemak. Mengonsumsinya baik untuk kesehatan tulang, terutama bagi anak-anak, dan dapat membantu menurunkan berat badan. Jangkrik juga memiliki risiko rendah dalam penularan penyakit dibandingkan daging hewan.

Belalang (Locusta migratoria)

Belalang, yang direkomendasikan Food and Agriculture Organization (FAO) sejak 2013 sebagai alternatif makanan, kaya akan nutrisi seperti protein, zinc, kalsium, dan vitamin B. Manfaatnya meliputi meningkatkan fungsi kognitif, mendukung pencernaan, sebagai sumber protein tinggi, antibakteri, antioksidan, meningkatkan energi, menurunkan kolesterol, serta menyehatkan kulit dan rambut. Selain itu, belalang goreng dapat mencegah penyakit kronis berkat kandungan antioksidan.

Ulat Sagu (Sago worms)

Ulat sagu kaya akan protein, vitamin, dan mineral penting seperti magnesium, zinc, dan vitamin B2. Manfaatnya antara lain meningkatkan massa otot, memperbaiki suasana hati, meningkatkan penyerapan kalsium, memperkuat imunitas, mencegah tekanan darah tinggi, dan menurunkan kolesterol. Namun, penting untuk menjaga kebersihannya sebelum dikonsumsi.

Ulat Hongkong (Tenebrio molitor)

Ulat Hong Kong mengandung banyak nutrisi seperti omega-3, omega-6, vitamin B12, zat besi, seng, serat, dan 20% asam amino esensial yang setara dengan daging sapi. Kandungan lemak 21,84% dan taurin 17,53% mendukung pematangan sel otak, penting untuk tumbuh kembang anak.

Semut (Oecophylla smaragdina)

Semut mengandung banyak protein, serat, vitamin, dan mineral. Beberapa jenis semut bahkan mengandung hingga 53 gram protein per 100 gram. Makan semut dapat membantu mengobati asma dan sakit tenggorokan, menjadi sumber makanan berkelanjutan, dan alternatif protein selain daging, susu, atau telur. Semut juga kaya antioksidan yang bisa mencegah penyakit jantung dan kanker, serta membantu meningkatkan kesehatan jantung dengan menurunkan kolesterol jahat.

Laron (Macrotermes bellicosus)

Laron kaya protein, lemak, karbohidrat, asam amino, zat besi, magnesium, zink, dan antioksidan, setara dengan daging sapi atau ayam. Namun, laron harus dimasak terlebih dahulu untuk menghindari risiko gangguan pencernaan atau reaksi alergi akibat kotoran dan mikroorganisme di tubuhnya.

Belalang Kayu (Caelifera)

Belalang Kayu kaya akan protein yang bermanfaat untuk meningkatkan kecerdasan otak, meremajakan kulit, dan mencegah penuaan dini. Selain itu, karena rendah kolesterol, belalang ini cocok untuk penderita kolesterol tinggi. Kandungan kalsium, magnesium, dan nutrisi lainnya juga membantu menjaga kesehatan tulang dan gigi serta mencegah osteoporosis.

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com