Void Vision #2 2026: Eksibisi Kesenian Multidisiplin yang Beri Ruang Bagi Seniman Media di Malang

Beberapa karya yang ditampilkan dalam Void Vision #2: Among and Around (foto: blok-a.com/Ovan Zaihnudin)
Beberapa karya yang ditampilkan dalam Void Vision #2: Among and Around (foto: blok-a.com/Ovan Zaihnudin)

Malang, Blok-a.com – Kolektif seni visual Swarnaloka Journey kembali menyelenggarakan perhelatan seni media baru (new media art) tahunannya. Mengusung tajuk Void Vision #2: Among and Around, eksibisi kesenian multidisiplin ini telah sukses berlangsung selama dua hari. Yakni pada 24–25 September 2026 di Sasana Krida, Universitas Negeri Malang (UM).

Acara ini hadir sebagai wadah eksplorasi bagi para kreator lokal untuk mempertemukan seni digital dengan beragam disiplin ilmu. Menggabungkan pameran instalasi interaktif, workshop new media art, pasar kreatif, pertunjukan teater, hingga panggung pertunjukan audio-visual dan musik.

Secara filosofis, nama Void Vision bermakna ruang untuk pandangan ke depan. Penyelenggara memaknai void bukan sebagai bentuk kehampaan, melainkan ruang terbuka yang siap diisi oleh ide, gagasan, serta karya-karya baru.

“Void Vision ini, void itu kan ruang, vision itu berarti pandangan ke depan. Konsep ini bertujuan memberikan ruang ekspresi serta wawasan masa depan yang lebih luas bagi para kreator,” ujar perwakilan panitia dari Swarnaloka Journey, Rizky Adha Darmawan, saat ditemui di lokasi pameran, Jumat (24/9/2026).

Sementara itu, sub-tema Among and Around hadir untuk mempertemukan dua aspek yang kerap dianggap berseberangan, yakni tradisi lokal dan teknologi modern. Di sini, mereka tidak memosisikan tradisi sebagai peninggalan masa lalu yang kaku. Namun, mengolahnya kembali menggunakan medium teknologi agar menghasilkan pengalaman seni yang relevan bagi generasi masa kini.

Lebih lanjut, Rizky menjelaskan bahwa tujuan utama dari gelaran Void Vision #2 adalah menghidupkan ekosistem seni media baru bagi mahasiswa dan komunitas lokal, serta membuka peluang bahwa karya seni media baru dapat menjadi penunjang ekonomi kreatif.

Kolaborasi dengan Banyak Seniman

Guna mencapai tujuan tersebut, Void Vision #2 dirancang sebagai panggung kolaborasi terbuka. Pameran ini merangkul berbagai entitas kreatif, mulai dari instalasi fisik “X-Chain Labs” karya Luwky Kurniawan yang menghadirkan”The Void Gate”, pameran poster Posko Visual 2026 bertema “Dream” karya mahasiswa DKV UM, instalasi interaktif lesung “RE:ACT, RE:USE, dan RE:SONANCE” garapan Story of Karana, hingga Digital Artist Showcase imersif berbasis projection mapping yang menampilkan karya Amelia Tri, MCxEvan, Lathigeni, dan Adi Santoso.

Saat ditanyai mengenai luasnya jejaring kolaborasi, Rizky menjelaskan. “Dari Malaysia itu ada (Invitation Digital Artists), terus dari Denpasar (video mapping) juga ada. Bikin acara kita untuk memperlihatkan pandangan buat teman-teman mahasiswa atau komunitas yang merasa berkecil hati di dunia (new media art) ini, bahwa ada space-nya seperti ini.”

Gagasan ini merupakan kelanjutan dari edisi perdana Void Vision yang sukses digelar pada pertengahan 2025 di Latar Ijen. Ke depannya, Swarnaloka Journey menargetkan untuk menggelar aktivasi berkala demi menjaga konsistensi dan denyut ekosistem kreatif di Malang Raya.

“Harapannya ke depan bisa rutin bikin main event seperti ini. Ke depannya bisa 3 bulanan sekali ada aktivasinya, entah skala komunitas atau acara besar, yang penting untuk terus menghidupkan teman-teman kreator,” pungkas Rizky.

Selama dua hari penyelenggaraannya, Void Vision #2: Among and Around dapat diakses secara gratis oleh publik. Dimeriahkan dengan pertunjukan dari grup musik seperti Girl And Her Bad Mood, Rumi, re:NAN, Grey, dan sejumlah penampil lainnya. (mg/ova)

Penulis: Ainul (Mahasiswa magang STIMATA Malang) dan Edith Raditya Satriawan (Mahasiswa Magang POLIJE)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com