UNISMA Sambut Mahasiswa dari Luar Negeri di Pembukaan OSHIKA MABA 2026

Jajaran pimpinan Universitas Islam Malang (Unisma) saat berfoto dengan mahasiswa baru di Pembukaan OSHIKA MABA 2026. (foto: blok-a.com/ M Berril Labiq)
Jajaran pimpinan Universitas Islam Malang (Unisma) saat berfoto dengan mahasiswa baru di Pembukaan OSHIKA MABA 2026. (foto: blok-a.com/ M Berril Labiq)

Kota Malang, blok-a.com – Universitas Islam Malang (UNISMA) menyambut mahasiswa baru dari berbagai negara dalam pembukaan Orientasi Studi dan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (OSHIKA MABA) 2026 di Sport Centre UNISMA, Senin (28/9/2026). Tahun ini, sebanyak 37 mahasiswa baru dari luar negeri telah terdaftar dan diterima UNISMA.

Rektor UNISMA Prof. Junaidi Mistar mengatakan, sekitar 10 hingga 11 mahasiswa telah menyelesaikan proses visa dan dapat hadir dalam pembukaan OSHIKA MABA 2026. Sebagian mahasiswa lainnya masih menyelesaikan proses perizinan dan visa untuk dapat masuk ke Indonesia.

“Yang sudah clear kita terima 37. Sedangkan yang sudah clear dengan visanya tadi sekitar 11 apa 10 gitu ya. Kemudian sisanya yang lain masih sedang mengurus perizinan untuk bisa masuk ke Indonesia,” ujarnya.

Mahasiswa baru tersebut berasal dari sejumlah negara, di antaranya Uzbekistan, Sierra Leone, Turki, Suriname, Madagaskar, Timor Leste, dan Yaman. Mereka akan menempuh pendidikan pada berbagai program studi di UNISMA.

Tiga mahasiswa berasal dari Uzbekistan. Sementara mahasiswa asal Sierra Leone akan menempuh pendidikan di Program Studi Magister Manajemen. Mahasiswa asal Turki akan belajar mengenai bahasa dan budaya Indonesia, sedangkan mahasiswa dari Suriname mengambil Program Studi Peternakan.

Mahasiswa asal Suriname tersebut datang ke UNISMA dengan dua misi dari keluarganya, yakni menempuh pendidikan sekaligus mencari jejak leluhur. Prof Junaidi mengatakan, mahasiswa tersebut telah mendapatkan kontak dengan keluarga yang disebut berada di wilayah Yogyakarta.

“Beliau kuliah di Unisma ada dua misi dari keluarga: misi belajar dan misi mencari leluhur. Dan alhamdulillah dibantu oleh teman-teman panitia, beliau sudah memiliki kontak leluhurnya, saudaranya, yang ada konon di wilayah Yogyakarta,” ujar Junaidi.

UNISMA juga berencana membantu mahasiswa tersebut mencari sanak keluarganya di Yogyakarta setelah rangkaian OSHIKA selesai dan kegiatan perkuliahan berjalan normal.

“Insya Allah nanti setelah kegiatan Oshika, kegiatan pembelajaran sudah berjalan dengan normal, kita akan membantu yang bersangkutan untuk mencari sanak kadangnya di Yogyakarta,” lanjutnya.

Mahasiswa internasional lainnya berasal dari Madagaskar dan akan belajar di Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA). Sementara mahasiswa dari Timor Leste yang hadir dalam pembukaan OSHIKA baru merupakan perwakilan karena sebagian masih mengurus visa pelajar.

Selain itu, terdapat mahasiswa dari Yaman yang akan belajar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Program Studi Manajemen. Kehadiran mahasiswa dari berbagai negara tersebut menjadi bagian dari keberagaman mahasiswa baru UNISMA tahun akademik 2026.

Di luar mahasiswa baru tersebut, UNISMA juga memiliki program Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA). Program ini memiliki dua jalur, yakni pembelajaran luring bagi mahasiswa yang datang ke Indonesia dan pembelajaran daring bagi peserta yang tetap berada di negara masing-masing.

Sementara itu, mahasiswa baru UNISMA tahun ini tidak hanya berasal dari luar negeri. Junaidi menyebut mahasiswa baru yang hadir dalam OSHIKA MABA 2026 berasal dari 28 provinsi di Indonesia.

“Untuk mahasiswa baru Unisma yang hadir, berasal dari 28 provinsi di Indonesia,” pungkasnya. (ber)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com

Jurnalis sekaligus videographer Blok-a.com yang memfokuskan liputan pada isu pemerintahan, paeristiwa, kriminal dan pendidikan di Malang Raya.