

Universitas Brawijaya (UB) dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menandatangani perjanjian kerja sama (MoU), Rabu (24/03/2021). Kegiatan yang digelar secara daring dan luring di Gedung Rektorat Lantai 6 ini dihadiri segenap pimpinan UB dan perwakilan BSSN yang terdiri dari Kepala Biro Hukum dan Kerja Sama Christyanto Noviantoro, SH., MH, Sekretaris Utama BSSN Syahrul Mubarak, S.IP., MM, Koordinator Kelompok Hukum dan Kerjasama Ferry Indrawan, S.H, dan Kepala Balai Sertifikasi Elektronik Rinaldy, S.Sos., M.TI.
Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan Prof. Drs. Gugus Irianto, MSA., Ph.D., Ak dalam sambutannya menyampaikan, UB berikhtiar memperbaiki tata kelola administrasi secara bertahap.
“Sejak UB meluncurkan Smart & Collaborative Office (SCO) tahun 2019, UB terus-menerus meningkatkan pengelolaan administrasi secara digital, sehingga pimpinan dapat menghemat waktu untuk pekerjaan administrasi yang sifatnya repetitif, sehingga dapat lebih fokus pada pengembangan universitas,” jelas Prof. Gugus.
Ia melanjutkan, saat ini UB sudah menerapkan tanda tangan elektronik untuk keperluan surat menyurat, namun belum tersertifikasi. “Untuk itu dalam kerja sama ini, tanda tangan elektronik di UB sudah disahkan dan tersertifikasi,” katanya.
Rektor UB Prof. Dr. Ir. Nuhfil Hanani AR., MS menyambut baik kerja sama ini. Sebagai universitas dengan jumlah mahasiswa terbesar di Indonesia, serta yang dipromosikan sebagai World Class University, menurut Rektor sangat penting untuk melakukan digitalisasi pada semua aspek. “Tanda tangan 1.100 ijazah mahasiswa setiap periode wisuda nantinya dapat dilakukan secara efektif dan efisien dengan adanya tanda tangan elektronik,” ungkap Rektor.
Kegiatan ini ditutup dengan kuliah tamu “Strategi Keamanan Siber Nasional dan Layanan Sertifikasi Elektronik” yang disampaikan oleh Sekretaris Utama BSSN Syahrul Mubarak. [Irene]



