Gotong Royong Berbagai Unsur, Tumpukan Sampah di Sungai Kalimati Muncar Dibersihkan

Aksi gotong royong dari nerbagai unsur, tumpukan sampah di sungai Kalimati Muncar kembali dibersihkan, Senin (26/10/2026) (foto: blok-a.com/Kuryanto)
Aksi gotong royong dari nerbagai unsur, tumpukan sampah di sungai Kalimati Muncar kembali dibersihkan, Senin (26/10/2026) (foto: blok-a.com/Kuryanto)

Banyuwangi, blok-a.com – Sungai Kalimati di Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, yang kondisinya memprihatinkan akibat tertutup tumpukan sampah, pada Senin (26/10/2026) kembali dibersihkan melalui aksi gotong royong.

Aksi bersih-bersih ini melibatkan puluhan orang dari berbagai unsur. Mulai dari warga setempat, pemerintah desa, Kecamatan Muncar, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas PU Pengairan, Dinas PU CKPP, hingga NGO Sungai Watch terjun langsung ke lokasi.

Pantauan di lapangan, para peserta aksi mengangkut sampah secara manual dari badan sungai yang hampir seluruhnya tertutup limbah. Tumpukan sampah tersebut membentang sepanjang kurang lebih 700 hingga 800 meter.

Camat Muncar, Ainur Rofiq, mengatakan pembersihan terpaksa dilakukan secara manual karena alat berat yang telah didatangkan Pemkab Banyuwangi tidak dapat menjangkau lokasi akibat keterbatasan akses.

“Yang terlibat dalam pembersihan ini meliputi masyarakat sekitar Sungai Kalimati. Kami juga dibantu perwakilan dari 10 pabrik di sekitar lokasi, perwakilan 6 kelompok nelayan, hingga perwakilan RT,” ujar Rofiq.

Menurutnya, kondisi Sungai Kalimati sudah sangat memprihatinkan. Selain karena rendahnya kesadaran sebagian warga dalam membuang sampah, tumpukan sampah juga telah bercampur dengan limbah.

Panjang Sungai Kalimati sendiri mencapai sekitar 2,5 kilometer. Namun penumpukan sampah paling parah terjadi pada 800 meter menjelang muara sungai.

Pembersihan ini menjadi langkah awal untuk mengatasi persoalan sampah yang telah lama mencemari sungai. Ke depan, pihak kecamatan bersama desa berencana membentuk satuan tugas (satgas) untuk menjaga kebersihan sungai.

“Jadi solusi ke depan setelah dibersihkan, kita bikin satgas penjaga sungai. Terdiri warga sekitar,” tegas Rofiq.

Aksi bersih-bersih tersebut akan dilanjutkan selama beberapa hari ke depan hingga seluruh tumpukan sampah yang menjadi target dapat terangkut.

Sementara itu, perwakilan warga setempat, Isnaini (53), mengaku persoalan sampah di Sungai Kalimati sudah berlangsung cukup lama. Ia menyebut sampah yang menumpuk bukan hanya berasal dari warga sekitar, tetapi juga dari dusun lain.

“Dengan aksi bersih-bersih ini, sebagai warga, saya berterima kasih karena segera dibersihkan. Sebenarnya warga di sini juga terganggu dengan lingkungan yang kotor seperti ini,” ungkap Isnaini.

Ia pun mendukung rencana Pemkab Banyuwangi yang akan memasang CCTV dan paranet di sekitar sungai setelah pembersihan selesai, untuk mencegah warga kembali membuang sampah sembarangan.

“Makanya saya sangat setuju setelah dibersihkan nanti dari pemkab mau memasang CCTV dan paranet untuk menutupi area sungai,” jelasnya.

Koordinator Sungai Watch, Hari, menambahkan kegiatan pembersihan berlangsung mulai pukul 07.00 hingga 15.00 WIB. Hingga siang hari, sampah yang berhasil dikumpulkan diperkirakan mencapai 10 ton.

“Sampah yang kita bersihkan bersama, lalu dibawa ke TPS3R Karetan. Dari Pemkab juga sudah menyediakan amrol dan dump truk untuk pengangkutan ini,” tutup Hari. (Kur)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com

Jurnalis Umum blok-a.com yang fokus di berbagai isu, seputar politik, hukum, kriminal, sosial, bencana, dan berbagai kegiatan masyarakat yang terjadi di Kabupaten Banyuwangi.