Bojonegoro, blok-a.com – Ki Andong Sari adalah sosok bangsawan yang sangat dihormati dan disegani oleh warga masyarakat pada jaman dahulu kala, khususnya di Desa Ledok Kulon dan Ledok Wetan, Kabupaten Bojonegoro.
Memperingati Haul Ki Andong Sari ke-242, ada tujuh pusaka Desa Ledok yang dikirabkan, Senin (01/07/2024).
Adapun tujuh pusaka tersebut adalah Tumbak Gagak Cemani, Tumbak Godong Andong, Tongkat Galih Kelor, Tongkat Menjalin Bang dan Porong, Rompi Onto Kusumo, Slempang Kebesaran, Pedang Cekik dan Kentrung.
Paguyuban Pemakaman Islam Umum (PPUI) yang dibentuk oleh warga masyarakat desa Ledok selalu mengadakan kegiatan rutin tahunan ritual desa pusaka peninggalan Ki Andong Sari.
Sebelum kirab pusaka dilaksanakan terlebih dahulu semua pusaka peninggalan Ki Andong Sari dibersihkan (Jamasan Pusaka).
Pusaka yang dikirabkan tersebut merupakan pusaka peninggalan pada saat Ki Andong Sari berjuang melawan Belanda dan Syiar agama islam semasa hidupnya.
Ki Andong Sari memiliki nama asli Arya Mentahun. Pada tahun 1742 Ki Andong Sari bertemu dengan sosok wanita desa yang bernama Sari kemudian menikah dan tinggal di desa Ledok sampai tutup usianya.
Dalam acara Haul Ki Andong Sari yang ke 242 pada siang hari ini bukan hanya pusaka-pusaka keramat saja yang dikirabkan, namun ada juga persembahan dari kegiatan dari karang taruna remaja desa Ledok Kulon dan Ledok Wetan.
Yaitu Seni musik Oklik dari remaja warga Desa Ledok Wetan yang sudah sangat dikenal di kawasan Kota Bojonegoro dengan nama “Oklik Laras Pandowo”.
Salah satu peserta Oklik Laras Pandowo pemain gambang sekaligus pemegang bedug Rizki Bintang sangat antusias mengikuti acara tahunan ini.
“Senang diikutsertakan ritual tahunan ini,” kata Rizki yang juga anak salah satu wartawan blok-a.com ini dengan raut wajah bahagia.(sil/lio)









