Blitar, blok-a.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar konsisten melestarikan tradisi peringatan Hari Lahir Pancasila setiap 1 Juni dengan menggelar upacara dan pawai lampion. Hal ini disampaikan Wali Kota Blitar, H. Syauqul Muhibbin seusai upacara peringatan Hari Lahir Pancasila ke-80 di Alun-alun Kota Blitar, Minggu (1/6/2025).
“Ini sudah menjadi tradisi di Kota Blitar setiap tanggal 1 Juni mengadakan upacara peringatan Hari Lahir Pancasila. Tadi malam pun juga sudah mengadakan pawai lampion dalam rangka memperingati hari lahir Pancasila,” kata Syauqul Muhibbin.
Wali Kota Muhibbin yang akrab disapa Mas Wali menandaskan,
Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Kota Blitar memiliki makna historis yang mendalam. Karena Kota Blitar merupakan tempat kepulangan Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno.
Wali Kota Blitar berharap agar tradisi ini dapat terus dijaga dan dilestarikan sebagai bagian dari penghormatan terhadap sejarah dan nilai-nilai Pancasila.
“Karena di Kota Blitar inilah kepulangan Presiden pertama Republik Indonesia Ir. Soekarno yang berpidato pertama kali di depan BPUPKI untuk membacakan naskah Pancasila. Ini merupakan kebanggaan bagi kita,” tandasnya.
Ia menambahkan, pemerintah Kota Blitar berharap agar setiap warga negara yang datang ke Indonesia, juga mengunjungi Kota Blitar untuk mengenang jasa para pahlawan dan sejarah penting ditetapkannya Pancasila sebagai dasar negara.
“Siapapun yang memasuki negara Republik Indonesia ini harus datang ke Kota Blitar untuk melihat pahlawan yang memerdekakan bangsa ini termasuk mencetus Pancasila,” imbuh Syauqul Muhibbin.
Dengan konsistensi penyelenggaraan upacara dan pawai lampion, Kota Blitar tidak hanya memperingati Hari Lahir Pancasila secara simbolis, tetapi juga secara aktif melestarikan nilai-nilai luhur Pancasila bagi generasi mendatang.
“Peringatan ini diharapkan mampu memperkuat rasa nasionalisme dan kebanggaan akan sejarah bangsa Indonesia,” jelas Wali Kota Blitar.
Upacara Hari Lahir Pancasila ini berlangsung dengan nuansa budaya yang diikuti Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar. Selain itu juga perwakilan dari organisasi masyarakat, lintas agama, budayawan. Semua peserta menggunakan busana jaman dulu (djadoel) atau pakaian adat daerah Nusantara.
Usai upacara Hari Lahir Pancasila ini, dilanjutkan kirab Gunungan Lima yang diarak dari Alun-alun Kota Blitar menuju Makam Bung Karno.
“Gunungan Lima berisi hasil bumi ini melambangkan sila-sila yang terkandung dalam Pancasila,” tandas Mas Wali.
Sesampai di Makam Bung Karno, Gunangan Lima ini diperebutkan masyarakat, sebagai simbol kemakmuran seluruh hasil bumi yang didapat masyarakat Kota Blitar. Kemudian dilanjut prosesi Kenduri Pancasila di area Makam Bung Karno.
Sebelumnya, Sabtu (31/5/2025) malam dilaksanakan Kirab Bedhol Pusaka dan pawai lampion yang diberangkatkan dari Istana Gebang, rumah peninggalan keluarga Bung Karno di Jalan Sultan Agung menuju ke Kantor Wali Kota Blitar di Jalan Merdeka.
Kirab diawali dengan penyerahan pusaka berupa bendera merah putih, teks proklamasi, lambang burung Garuda oleh Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin kepada pasukan bregodo. Selanjutnya, pasukan bregodo berjalan kaki mengarak pusaka dari Istana Gebang menuju Kantor Wali Kota Blitar.
Di belakang pasukan bregodo terdapat pasukan paskibraka yang membawa bendera merah putih dan disusul dengan arak-arakan peserta pawai Lampion. Kirab Bedhol Pusaka dan Festival Lentera ini, mengawali rangkaian acara Hari Lahir Pancasila.
Kirab Bedhol Pusaka dan pawai Lentera tersebut, sebagai lambang pencerahan kepada masyarakat Kota Blitar agar seluruh perilaku dan tindakan tanduknya dijiwai dengan Pancasila.
Dimana pusaka yang dibawa ini, diinapkan semalam di Balai Kota Blitar, kemudian setelah upacara Hari Lahir Pancasila diarak bersama Gunungan Lima dari Alun-alun ke Makam Bung Karno. (bang)




