TKI Asal Banyuwangi Meninggal di Kamboja, Sempat Berkabar Tangan Diborgol saat Kerja

Foto Rizal Sampurna yang dikabarkan meninggal di Kamboja.(istimewa)
Foto Rizal Sampurna yang dikabarkan meninggal di Kamboja.(istimewa)

Banyuwangi, blok-a.com – Seorang tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Kabupaten Banyuwangi, Rizal Sampurna (30), dikabarkan meninggal dunia di Kamboja.

Kabar duka ini pertama kali disampaikan oleh ibu korban, Sulastri (50), yang mendapat telepon dari seseorang di Kamboja. Dalam panggilan tersebut, disebutkan bahwa Rizal meninggal akibat penyakit jantung dan sesak napas.

Sulastri mengungkapkan bahwa ia sempat diberi tahu jenazah anaknya disimpan di sebuah tempat penyimpanan jenazah di Phnom Penh bernama Yin Take Care.

Namun, setelah meminta bantuan seorang saudaranya yang juga bekerja sebagai TKI di Kamboja, jasad Rizal tidak ditemukan di lokasi tersebut.

“Katanya di Yin Take Care Phnom Penh, tapi dicari tidak ada dan masih coba kami cari. Tapi, apa daya kami ini tidak punya pengalaman dalam peristiwa seperti ini. Tolong bantu kami, tolong saya menemukan anak saya,” ujar Sulastri kepada awak media.

Sebelum dikabarkan meninggal, Rizal sempat menghubungi ibunya dan menyebut dirinya bekerja dalam keadaan tangan diborgol.

Sulastri juga menceritakan, sehari sebelum kabar kematian diterima, Rizal masih sempat menghubunginya untuk menanyakan cara mengirim uang ke kampung halaman.

“Tanggal 16 masih sempat tanya saya bagaimana cara kirim uang. Tapi besoknya sudah tidak bisa dihubungi. Tahu-tahu ada kabar dia meninggal. Saya masih tidak percaya,” kata Sulastri.

Informasi meninggalnya Rizal turut dibenarkan oleh Pos Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P4MI) Banyuwangi.

Namun, hingga kini data yang tersedia masih sangat terbatas dan keberadaan jenazah Rizal belum dapat dipastikan.

“Kami mendapat kabar dari kantor kami di pusat bahwa ada PMO asal Banyuwangi bernama Rizal Sampurna yang meninggal di Kamboja. Tapi dokumen yang kami terima masih minim, hanya paspor. Kami masih menunggu info lengkap dari KBRI,” ujar Kepala P4MI Banyuwangi, Fery Meryanto, Selasa (15/4/2025).

Fery menjelaskan, pihaknya menerima laporan dari Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) pusat pada 7 April lalu, setelah mendapatkan informasi dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kamboja.

Menurut Fery, pemulangan jenazah belum bisa dilakukan karena masih menunggu hasil penyelidikan dari KBRI terkait pihak yang mempekerjakan almarhum.

“KBRI akan meminta pertanggungjawaban kepada yang mempekerjakan atau perusahaan untuk proses pemulangannya. Ini masih dalam penyelidikan,” katanya.

Fery menduga, Rizal berangkat ke Kamboja melalui jalur tidak resmi atau unprosedural. Hal ini membuat proses pelacakan informasi dan penanganan kasus cukup rumit.

“Pada kasus Rizal ini informasinya masih minim, nah itu yang masih diselidiki oleh KBRI. Statusnya unprosedural. Di sana bekerja sebagai apa, meninggalnya disebabkan apa, di mana jenazahnya, kami belum bisa pastikan karena belum ada pernyataan pasti dari KBRI,” jelas Fery.

Ia juga menambahkan bahwa ini bukan kali pertama pekerja migran asal Banyuwangi bermasalah di Kamboja. Sebelumnya, sejumlah TKI dipulangkan setelah diketahui bekerja secara ilegal sebagai scammer di perusahaan judi online.

“Kebanyakan PMI yang berangkat ke Kamboja, Thailand, dan Myanmar secara unprosedural dipekerjakan sebagai scammer online. Mereka tergiur iming-iming gaji besar,” tutupnya.(kur/lio)

Exit mobile version