Blok-a.com – Pembakaran ban telah menjadi salah satu simbol yang kerap terlihat dalam aksi unjuk rasa. Fenomena ini tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di banyak negara di seluruh dunia.
Peneliti Lebanon, Sahar Mandour, menjelaskan bahwa pembakaran ban pertama kali terjadi dalam demonstrasi pada akhir 1950-an dan mulai diadopsi oleh berbagai negara pada 1980-an, seperti Palestina, Irak, dan Sudan.
Baru-baru ini, aksi pembakaran ban kembali terjadi dalam demonstrasi bertajuk Indonesia Gelap yang digelar di depan Patung Kuda, Jakarta Pusat, pada Senin (17/2/2025).
Aksi ini dilakukan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) sebagai bentuk protes terhadap sejumlah kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo yang dianggap merugikan masyarakat.
Dalam video yang beredar di media sosial, tampak para demonstran membakar berbagai barang, termasuk ban, selama aksi berlangsung.
Lantas, apa saja alasan pembakaran ban selalu ada dalam aksi unjuk rasa?
Simbol Perlawanan
Menurut Sosiolog dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Drajat Tri Kartono, membakar barang seperti ban bekas dalam aksi demonstrasi memiliki makna simbolis tertentu.
Tindakan ini menunjukkan kepada publik dan pihak yang didemo bahwa masalah yang diangkat sudah sangat serius dan membara.
“Bakar-bakaran dalam demo itu merupakan sebuah simbol yang ditujukan ke publik dan semua orang bahwa masalah itu sudah membara,” kata Drajat, dilansir dari Kompas, Selasa (18/2/2025).
“Ini suatu simbol yang dipakai sebagai sebuah bentuk ikatan untuk perlawanan terhadap pihak yang didemo,” lanjutnya.
Menjadi Pertahanan
Selain menjadi simbol kemarahan, asap hitam dari ban yang terbakar juga berfungsi sebagai perlindungan bagi para demonstran. Asap tebal ini bisa membatasi pandangan dan menghalangi pergerakan aparat keamanan.
Dengan cara ini, pembakaran ban membantu memperkuat posisi massa, memberi mereka ruang untuk melawan dan bertahan dalam aksi.
Menarik Perhatian Publik
Pembakaran ban bisa menarik perhatian media dan orang-orang di sekitar lokasi demo karena asap hitam dan api yang terlihat. Momen seperti ini seringkali diabadikan dalam foto atau video.
Gambar atau video tentang pembakaran ban yang beredar di media sosial membantu menyebarkan pesan para demonstran. Dengan cara ini, isu yang mereka angkat bisa lebih dikenal luas oleh masyarakat, meningkatkan kesadaran publik, dan mendorong lebih banyak orang untuk peduli dengan masalah tersebut. (hen)









