Terindikasi Dikibulin, Saat Pendemo Menuntut Kejelasan SOP Kantor Pertanahan Sumenep

Sumenep, blok-a.com – Gelombang aksi unuuk rasa terus bermunculan di Kantor Pertanahan Kabupaten Sumenep. Itu lantaran tidak kunjung adanya kejelasan atas polemik yang berkembang dalam dugaan adanya mafia tanah. Bahkan pengunjuk rasa sambil menggotong keranda mayat pertanda matinya keadilan bagi para pencari keadilan, Rabu (28/9/2022)

Kali ini, Forum Masyarakat Sumenep Peduli (FMSP) kembali berunjuk rasa menuntut adanya kejelasan atas Standar Operasional Prosedur (SOP) yang diterapkan oleh Kantor Pertanahan Sumenep. Itu terkait pendaftaran yang dilakukan Perkumpulan Wakaf Panembahan Sumolo (PWPS) untuk mengukur ulang tanah Markas Kodim 0827 Sumenep.

Sayangnya, massa aksi diduga dikibulin oleh oknum Kantor perrtanahan Sumenep. Indikasinya, Ketua LBH Forpkot Sumenep Herman Wahyudi kemarin bertemu dengan Kepala Kantor Pertanahan Sumenep.

“Ini bukti chat saya bertemu dengan Kepala Kantor Pertanahan Sumenep kemarin. Jadi dia krmarin ada disini kok,” ujarnya sambil menunjukkan bukti chatingnya.

Koordinator Forum Masyarakat Sumenep Peduli (FMSP) Nurrahmat, memimpin aksi demonstrasi dengan tuntutan “Berantas dan Adili Para Mafia Tanah”. Dia menyampaikan orasinya terkait pemberantasan Mafia Tanah yang menjadi atensi Pemerintah Pusat saat ini.

Nurrahmat mewakili suara masyarakat Sumenep yang diduga menjadi korban ulah Mafia Tanah. “Kami minta kejelasan atas SOP yang diterapkan oleh pihak Kantor Pertanahan Sumenep ini terkait pendaftaran yang dilakukan (PWPS) untuk mengukur ulang tanah Makodim itu. Sebab kami menilai ada indikasi oknum Kepala Kantor Pertanahan ini yang bermain,” Ucap Nurahmat dalam orasinya.

Dia menghimbau Kepala Kantor Pertanahan Sumenep keluar menemui para pengunjuk rasa. Ini di luar Kantor Pertanahan diduga banyak korban ulah mafia tanah.

“Kami meminta Kepala Kantor Pertanahan keluar untuk menemui kami dan menjelaskan atas apa saja tuntutan kami. Apakah pendaftaran yang dilakukan PWPS sudah melalui tahap pemeriksaan terhadap berkas-berkas yang diajukan?” imbuhnya.

Akhirnya para pengunjuk rasa hanya ditemui Kasi Pengukuran Kantor Pertanahan Sumenep Rozak. Dia mengatakan Kepala Kantornya sedang berada di Jogja menghadiri undangan rapat. Dia sudah tidak ada di kantor sejak seminggu lalu.

“Bapak (Kepala Kantor Pertanahan, Red) sedang ke luar kota untuk menghadiri rapat seminggu lalu.” Pungkas Rozak. (Aldo/Gim)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com