Terdampak Retakan Tanah, Pedagang Payung 1 Ini Berencana Jual Tahu di Pengungsian

Seperti Nur Hayati (48) yang memilih mengungsi di posko BPBD di Jalan Raya Punten Desa Punten Kecamatan Bumiaji Kota Batu
Pedagang Payung, Nur Hayati (48) yang memilih mengungsi di posko BPBD di Jalan Raya Punten Desa Punten Kecamatan Bumiaji Kota Batu - Foto: Pungky Ansiska

KOTA BATU – Sebanyak 14 warung yang terdampak retakan dan amblesnya tanah di Jalan Brigjen Moh Manan, Kelurahan Songgokerto Kecamatan Batu Kota Batu (Payung 1), Kamis (18/2) mulai dievakuasi. Mengingat potensi longsor dan pergerakan tanah masih tinggi di lokasi tersebut.

Para pedagang yang mayoritas tinggal di warung ini memilih untuk mengungsi di tempat saudaranya. Meskipun begitu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu juga menyediakan tempat untuk tempat evakuasi sementara.

Seperti Nur Hayati (48) yang memilih mengungsi di posko BPBD di Jalan Raya Punten Desa Punten Kecamatan Bumiaji Kota Batu. Pasalnya selama ini ia tinggal di warung yang menjadi mata pencaharian.

“Saya tidak ada rumah karena memang selama ini selalu kontrak. Kebetulan cari warung yang untuk tempat tinggal juga akhirnya disini. Tapi karena ada kejadian ini ya mau gimana lagi harus mengungsi,” ceritanya kepada Blok-A, Kamis (18/2).

Nur mengatakan baru 6 bulan membuka usaha berjualan di Payung 1 ini. Selama 6 bulan pun ia masih merasakan sepi pengunjung karena masih dalam pandemi Covid-19. Apalagi dengan adanya kejadian ini semakin sepi pengunjung yang datang ke warungnya.

“Hari ini saya tutupnya, setelah kejadian saya tidak tutup tetap buka tapi ya sepi. Apalagi ada PSBB, PPKM ini sudah sepi ditambah musibah ini juga. Ya sudah mau gimana lagi,” pasrahnya.

Sebelum dievakuasi para pedagang yang terdampak ini juga mendapatkan bantuan sembako dari BPBD Batu. Sembako ini diantaranya beras 50 kg, minyak goreng 8 liter, mie instan 6 kardus, gula 5 kg, teh, kopi dan bumbu dapur.

“Alhamdulillah ini tadi dapat bantuan sembako. Informasi memang kami akan diungsikan kurang lebih satu bulanan. Insyaallah bantuan ini cukup,” imbuhnya.

Nur mengaku akan mengungsi bersama suami dan dua anak serta menantunya. Nantinya ia juga berencana akan berjualan tahu untuk menghidupi kesehariannya.

“Kalau diperbolehkan nanti mau jualan di depan posko. Karena memang selama mengungsi tidak dapat berjualan lagi di warung sana,” pungkasnya.

 

Exit mobile version