Kota Malang, blok-a.com – Polemik proyek pembangunan apartemen dan hotel VASA di Kota Malang makin ramai jadi sorotan. Mulai dari tudingan pelanggaran prosedur perizinan, aktivitas konstruksi diam-diam, sampai dugaan gratifikasi. Menanggapi isu-isu yang berkembang, manajemen Tanrise Property akhirnya buka suara.
Legal Tanrise Property, Dian Anggraeni, menyambut baik pernyataan Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, soal pentingnya patuh pada seluruh tahapan perizinan. Ia menegaskan, perusahaannya berkomitmen untuk menjalankan usaha secara bertanggung jawab dan berkelanjutan.
“Kami memahami bahwa regulasi dan keterlibatan masyarakat merupakan aspek penting dalam menciptakan iklim investasi yang sehat. Kepastian hukum dan keterbukaan dalam proses perizinan adalah fondasi utama hubungan antara investor, pemerintah, dan masyarakat,” ujar Dian.
Pihak manajemen juga membantah tudingan bahwa proyek VASA Hotel melakukan “potong kompas” dalam perizinan. Mereka menegaskan semua tahapan sudah dijalankan sesuai aturan, mulai dari tingkat daerah sampai pusat.
“Uji kelayakan di tingkat pusat adalah proses akhir, yang hanya dilakukan setelah adanya rekomendasi resmi dari pemerintah daerah. Tidak ada tahapan yang dilangkahi,” tegas manajemen.
Terkait isu penggunaan lahan eks Kebon Agung, perusahaan juga membantah jika lahan itu digunakan secara ilegal. Mereka mengklaim lahan proyek sudah berstatus kepemilikan sah dan terdaftar di Badan Pertanahan Nasional (BPN).
Soal aktivitas pengeboran yang sempat jadi sorotan warga, perusahaan menyebut itu adalah soil test atau uji teknis tanah. Menurut mereka, itu prosedur standar sebelum pembangunan dilakukan, dan bukan bagian dari konstruksi fisik.
Menanggapi dugaan gratifikasi, Tanrise Property menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum. Mereka meminta publik tak membentuk opini berdasarkan informasi tanpa dasar yang jelas.
“Jika memang ada bukti kuat, silakan diproses sesuai ketentuan hukum,” ujar manajemen.
Tanrise Property juga mengapresiasi pernyataan Wali Kota Malang yang mendukung investor yang taat aturan. Bagi mereka, itu jadi sinyal positif untuk iklim investasi yang kondusif.
“Kami berharap sinergi antara pemerintah daerah, investor, dan masyarakat dapat terus diperkuat agar investasi yang masuk benar-benar membawa manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan secara berkelanjutan,” tambah Dian.
Tanrise menutup pernyataannya dengan komitmen terhadap transparansi dan keterbukaan informasi dalam proyek VASA Hotel. Mereka menyatakan terbuka untuk berdialog dan menerima masukan konstruktif demi kemajuan bersama.









