Siswa SMPN 1 Mojoanyar, Mojokerto Mual dan Muntah, Orang Tua Soroti Batas Waktu Penyajian MBG

Salah satu siswa SMPN 1 Mojoanyar yang sedang menjalani perawatan di Puskesmas Gayaman, Mojoanyar, Mojokerto (foto: blok-a.com/Syahrul Wijaya)
Salah satu siswa SMPN 1 Mojoanyar yang sedang menjalani perawatan di Puskesmas Gayaman, Mojoanyar, Mojokerto (foto: blok-a.com/Syahrul Wijaya)

Mojokerto, blok-a.com – Sejumlah siswa SMPN 1 Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, mengalami keluhan mual, muntah, pusing hingga diare pada Rabu (7/10/2026). Kondisi tersebut terjadi sehari setelah para siswa menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) berupa sate ayam.

Dugaan gangguan kesehatan tersebut kemudian menjadi perhatian orang tua siswa. Salah seorang orang tua siswa yang enggan disebutkan namanya mengaku anaknya menyantap menu sate ayam yang dibagikan pihak sekolah pada Selasa (6/10/2026).

Menurutnya, saat disantap, rasa makanan tersebut sudah terasa asam. Namun, karena merasa lapar, makanan tetap dikonsumsi.

“Berarti reaksinya makanan kemarin sate ayam. Kemarin makan rasanya asam, karena lapar tetap dimakan,” ujar orang tua siswa tersebut.

Ia juga menyoroti waktu pembagian makanan di sekolah. Menurutnya, makanan MBG tersebut baru dibagikan sekitar pukul 13.45 WIB, sementara pada wadah makanan terdapat keterangan batas maksimal penyajian sebelum pukul 12.00 WIB.

“Makan jam 13.45 WIB. Kan di atas nampan ada tulisan sebelum jam 12.00 WIB. Sama sekolah dibagikan jam segitu, tetap dimakan,” ungkapnya.

Orang tua siswa tersebut berharap pihak sekolah lebih memperhatikan proses pemeriksaan makanan sebelum dibagikan kepada siswa. Menurutnya, makanan yang datang seharusnya terlebih dahulu diperiksa dan dipastikan masih layak dikonsumsi serta dibagikan sebelum melewati batas waktu penyajian.

“Harapannya untuk ke depannya supaya pihak sekolah lebih hati-hati dan dikoreksi lagi. Makanan datang ada yang mengecek, harus dibagikan sebelum jam expired,” katanya.

Sementara itu, orang tua siswa SMPN 1 Mojoanyar lainnya, Sholikatun, warga Gayaman, mengatakan anaknya mengalami keluhan pusing dan muntah-muntah hingga harus menjalani pemeriksaan di Puskesmas Gayaman, Kecamatan Mojoanyar.

Sholikatun mengaku pihak sekolah meminta anaknya mendapatkan pemeriksaan di puskesmas karena diduga mengalami dampak dari program MBG. Namun, ia mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab keluhan yang dialami anaknya.

“Itu tadi dari sekolah diminta ke puskesmas, katanya kena dampaknya MBG, tapi tidak tahu lagi. Untuk hari ini belum makan. Yang kemarin itu makan menu sate ayam,” kata Sholikatun.

Ia menambahkan, keluhan yang dialami anaknya berupa pusing dan muntah-muntah.

“Keluhannya pusing dan muntah-muntah,” ujarnya.

Di sisi lain, Kepala SPPG Mojoanyar, Yanse Young Pribadi, menjelaskan bahwa menu MBG untuk siswa SMPN 1 dan SMPN 2 Mojoanyar dimasak sejak sekitar pukul 05.00 WIB.

Setelah makanan selesai disiapkan, makanan tersebut langsung didistribusikan ke sekolah sekitar pukul 11.00 WIB. SPPG juga telah menetapkan batas maksimal penyajian makanan hingga pukul 12.00 WIB.

“Di tempat makanan itu sudah dikasih stiker batas maksimal penyajian hingga pukul 12.00 WIB. Jadi sekolah juga sering saya peringatkan, kalau ada menu makanan yang tidak layak supaya info ke kita, kita siap mengganti menu makanan yang baru,” jelas Yanse.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa terdapat batas waktu penyajian yang telah ditentukan oleh SPPG untuk memastikan makanan tetap layak dikonsumsi.

Sementara itu, Kepala SMPN 1 Mojoanyar, Elly Rosidah, mengatakan pihak sekolah belum dapat memastikan penyebab siswa mengalami mual, muntah, dan diare.

Menurutnya, keluhan yang dialami siswa belum tentu berkaitan dengan menu MBG yang dikonsumsi sehari sebelumnya. Sebab, siswa juga mengonsumsi makanan lain ketika berada di rumah.

“Tidak bisa menduga apakah akibat dari menu MBG kemarin atau menu makanan lain saat di rumah,” kata Elly.

Ia juga memastikan bahwa saat kejadian pada Rabu (7/10/2026), siswa belum mengonsumsi menu MBG untuk hari tersebut.

“Menu MBG untuk hari ini belum dikirim, jadi siswa belum makan menu MBG saat ada kejadian tadi,” ucapnya.

Dengan demikian, penyebab pasti munculnya keluhan kesehatan pada siswa SMPN 1 Mojoanyar masih belum dapat dipastikan. Pemeriksaan medis maupun penelusuran terhadap makanan yang dikonsumsi siswa diperlukan untuk memastikan apakah keluhan tersebut berkaitan dengan menu MBG atau faktor lain.(Sya)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com